
Ilustrasi perempuan memegang rokok dan cakram beban/(Freepik/Stockking)
JawaPos.com – Olahraga adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah berbagai penyakit.
Namun, apa jadinya jika Anda merokok setelah olahraga? Apakah Anda tahu bahwa kebiasaan ini dapat menimbulkan berbagai bahaya bagi kesehatan Anda?
Merokok setelah olahraga bukan hanya mengurangi manfaat dari aktivitas fisik yang Anda lakukan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, infeksi pernapasan, dan kanker.
Berikut adalah penjelasan dari para ahli mengenai bahaya merokok setelah olahraga seperti yang dilansir dari Livestrong.com, Senin (19/2).
Merokok Setelah Olahraga Mengurangi Manfaat dari Olahraga
Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine, merokok segera setelah olahraga dapat mengurangi manfaat dari aktivitas fisik sebesar 40 persen.
Hal ini disebabkan oleh asap rokok yang mengandung karbon monoksida, nikotin, dan zat kimia lainnya yang dapat mengganggu aliran darah dan oksigen ke jantung dan otot.
Akibatnya, Anda tidak akan mendapatkan efek positif dari olahraga, seperti meningkatkan stamina, membakar kalori, atau menurunkan tekanan darah. Selain itu, merokok setelah olahraga juga dapat mengurangi pasokan oksigen ke otot dan menunda proses pemulihan.
Oksigen adalah zat yang penting untuk membantu otot memperbaiki diri dan tumbuh setelah olahraga. Jika Anda merokok setelah olahraga, Anda akan menghambat proses ini dan membuat otot Anda lebih mudah lelah, nyeri, atau cedera.
Merokok Setelah Olahraga Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke
Merokok setelah olahraga juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Hal ini karena merokok dapat menyebabkan peradangan dan penyempitan pembuluh darah, yang dapat meningkatkan tekanan darah dan irama denyut jantung.
Saat olahraga, jantung akan dipacu untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika Anda merokok setelah olahraga, Anda akan memberikan beban tambahan pada jantung Anda.
Selain itu, merokok juga dapat meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), yang merupakan kondisi yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas, yang dapat menyebabkan sesak napas, batuk, dan penurunan fungsi paru-paru.
PPOK juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, karena dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, aritmia, atau serangan jantung.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
