
Ilustrasi Ambeien (Pixabay)
JawaPos.com - Ambeien atau wasir merupakan masalah umum yang sering menyerang orang dewasa hingga lansia. Kondisi ini mengganggu aktivitas dan kualitas hidup karena mengalami bengkak dan nyeri di daerah rektum atau anus.
Data Kementerian Kesehatan (2020) mencatat sekitar 20,3 juta jiwa di Indonesia pernah mengalami wasir atau ambeien. Meskipun bukan termasuk ke dalam penyakit berbahaya, ambeien yang dibiarkan dapat mengganggu aktivitas, hingga berisiko menyebabkan kematian jaringan.
"Sayangnya, banyak orang yang enggan mengobati ambeien, salah satunya karena terhalang masalah biaya.
Menimbulkan komplikasi jika dibiarkan ambeien terjadi ketika adanya pembengkakan di area vena (pembuluh darah) yang terletak di area rektum atau anus," kata Oman Abdur Rahman dari Vena Wasir Center kepada wartawan baru-baru ini.
Ia mengatakam penanganan wasir harus dilakukan secara holistic mulai dari konsultasi, pemeriksaan, dan pengobatan. Tujuannya mengatasi wasir kini menjadi minim nyeri, minim risiko, proses penyembuhan cepat dan tanpa rawat inap.
Apa saja gejalanya?
Gejala ambeien biasanya ditandai dengan munculnya benjolan di area anus yang disertai rasa nyeri, perdarahan, hingga sembelit atau diare.
Sering dianggap sepele, ternyata ambeien yang dibiarkan dapat menyebabkan komplikasi seperti anemia, infeksi, terjadi gumpalan darah, hingga menyebabkan rasa sakit hebat akibat kematian jaringan.
"Oleh karena itu, masalah ambeien sebaiknya tak dianggap sepele. Pengobatan sangat penting dilakukan agar tak berisiko menimbulkan komplikasi pada ambeien," kata Dokter Spesialis Bedah, Andri Mulia.
Derajat Keparahan Ambeien
Umumnya dapat dilakukan pada ambeien derajat 1 dan 2, di mana gejala yang timbul belum terlalu parah. Pengobatan alami meliputi rendam duduk menggunakan air hangat, dan memperbaiki pola makan.
Dokter Spesialis Bedah, Andri Mulia memaparkan bahwa pengobatan wasir dapat dibagi menjadi 4 derajat. Derajat pertama dan kedua itu masih tergolong ringan, sehingga bisa dilakukan pengobatan di rumah seperti rendam duduk dengan air panas, dan memperbaiki pola makan untuk mengurangi risiko sembelit.
Jika ambeien sudah mencapai derajat 3 dan 4, di mana benjolan sudah membesar, menimbulkan rasa nyeri, hingga perdarahan. Maka, pengobatan medis merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.
“Kalau sudah derjat 3 dan 4 sebaiknya segeralah memerikakan diri dengan dokter, karena kalau dibiarkan takutnya menimbulkan komplikasi,” tutur dr. Andri Mulia, Sp.B.
Pengobatan Medis
Pengobatan medis ambeien dilakukan dengan pemeriksaan dengan anuscopy, pemberian obat-obatan, hingga tindakan seperti operasi. Pengobatan modern saat ini lebih minim nyeri, minim risiko, dan bisa dilakukan tanpa rawat inap.
1. Flash Optical Laser atau Laser Hemorroidoplasty
Metode flash optical laser merupakan salah satu tindakan unggul yang dikembangkan di Jerman. Menurut Dokter Spesialis Bedah, Mozart memaparkan bahwa metode ini memanfaatkan laser fiber untuk mengempiskan ambeien. Selain efektif mengempiskan wasir, dr. Mozart, Sp.B juga menjelaskan bahwa metode ini juga sangat minim nyeri, risiko dan perdarahan.
“Jadi, Flash Optical Laser ini memanfaatkan laser fiber untuk mengempiskan jaringan ambeien. Bahkan, bisa sampai 60 persen setelah tindakan, dan terus mengempis setelah beberapa minggu tindakan,” tutur dokter yang berpraktik di klinik Vena Wasir Center ini.
2. Radiofrekuensi
Metode ini memanfaatkan gelombang berfrekuensi untuk mengempiskan benjolan ambeien. Metode ini sangat efektif untuk mengatasi ambeien pada hampir semua derajat ambeien.
3. PILA (Paran Injection Ligation for Ambeien)
Metode ini menggabungkan injeksi agen skleroterapi dengan rubber band ligation untuk mengatasi ambeien mulai dari derajat 1 hingga 3 hanya untuk wasir internal.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
