
Anak-anak tidur bersama orang tua.
JawaPos.com - Praktik tidur bersama antara anak-anak dan orang tua merupakan hal yang umum terjadi dalam banyak negara, termasuk di Indonesia. Meskipun begitu, penting untuk memahami dampak positif dan negatif yang mungkin timbul dari kebiasaan ini.
Tidur bersama dianggap sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, mirip dengan tinggal bersama orang tua. Di Indonesia, orang tua umumnya tidak keberatan berbagi tempat tidur dengan anak-anak mereka, dan hal ini dianggap sebagai praktik yang sehat.
Namun, belakangan ini, ada pertanyaan tentang kebiasaan tidur bersama ini, dan pro dan kontra dari praktik tersebut semakin banyak dibahas. Berikut ini beberapa hal positif dan negatif dari kebiasaan tidur bersama anak, seperti yang dilansir dari TimesofIndia, Selasa (13/2).
1. Menciptakan ikatan emosional yang kuat antara orang tua dan anak, mendorong keterikatan yang aman dan memelihara hubungan yang erat dalam keluarga. Hal ini dapat meningkatkan rasa aman dan kebersamaan dalam keluarga.
2. Mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) dengan memfasilitasi pemantauan pernapasan bayi secara dekat dan memberikan bantuan segera jika diperlukan. Kedekatan ini memungkinkan pengasuh untuk merespons dengan cepat terhadap tanda-tanda bahaya atau ketidaknyamanan, yang berpotensi mencegah situasi yang mengancam jiwa selama tidur.
3. Namun, tidur bersama dapat mengganggu jadwal tidur orang tua karena gerakan, dengkuran, atau terbangun di malam hari. Hal ini dapat menyebabkan pola tidur yang terganggu dan peningkatan kelelahan, yang berdampak pada kesehatan orang tua dan fungsi di siang hari.
4. Tidur bersama juga memiliki potensi untuk menumbuhkan ketergantungan pada anak-anak terhadap kehadiran orang tua untuk kenyamanan dan keamanan. Hal ini dapat menyulitkan anak-anak untuk mengembangkan kebiasaan tidur mandiri.
5. Tidak ada aturan baku mengenai kapan anak-anak harus berhenti tidur dengan orang tua mereka. Namun, jika anak terlalu terikat dan bergantung pada orang tua, tidak dianjurkan untuk terus melakukan kebiasaan tidur bersama.
6. Para ahli kesehatan menyarankan orang tua untuk tidur bersama bayi mereka, karena dapat meningkatkan ikatan dan memfasilitasi pemberian ASI serta meningkatkan keamanan emosional. Namun, tidak ada batasan usia baku mengenai kapan anak-anak harus berhenti tidur dengan orang tua mereka.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
