Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Februari 2024 | 21.32 WIB

Gondongan Bisa Menular! Ketahui Semua Penyebab, Gejala Penyakit dan Pencegahannya

ilustrasi gondongan. (Freepik)

JawaPos.com - Gondongan merupakan penyakit menular yang disebabkan virus menyerang kelenjar ludah parotis.

Awalnya pengidap gondongan merasakan gejala ringan seperti sakit kepala, kelelahan, dan demam, berakhir pembengkakan di pipi dan rahang.

Gondongan biasanya menyerang anak-anak, namun orang dewasa juga rentan terhadap infeksi ini.

Vaksinasi campak, gondongan dan rubella (MMR) dapat membantu mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Gondongan adalah infeksi virus disebabkan oleh paramyxovirus. Hal ini umum terjadi pada anak-anak berusia 5-9 tahun dan mudah menyebar melalui tetesan udara atau permukaan, kata dokter Kiran R Dhake, dikutip JawaPos.com dari Healthshots, Kamis (8/2).

Virus ini juga diketahui memasuki cairan yang ada di jaringan mengelilingi sumsum tulang belakang dan otak (cairan CSF).

Setelah virus masuk ke dalam CSF, virus mencapai bagian tubuh lainnya misal pankreas, otak, dan testis pada anak laki-laki dan pria, serta ovarium pada anak perempuan dan wanita.

Gondongan ditularkan melalui udara dan dapat menyebar melalui kontak langsung orang yang terinfeksi. Dilansir laman Kemenkes, penyebaran virus dengan mudah terjadi saat:

  1. Menghirup percikan lendir saat penderita batuk, bersin, dan berbicara.
  2. Melakukan kontak langsung dengan penderita misal berciuman.
  3. Menyentuh benda-benda yang ada di sekitar penderita, lalu menyentuh hidung dan mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
  4. Berbagi alat makan dan minum dengan penderita.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena gondongan yaitu:

  1. Belum mendapat vaksin MMR untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella.
  2. Berusia 2-12 tahun.
  3. Memiliki daya tahan tubuh yang lemah misal menderita HIV/AIDS, menggunakan obat kortikosteroid dalam jangka panjang, atau sedang dalam pengobatan kemoterapi.
  4. Tinggal atau bepergian ke daerah yang memiliki banyak kasus gondongan.

Di sisi lain, gejala penyakit gondongan biasanya timbul 12 hingga 24 hari setelah seseorang terinfeksi virus. Durasi ini dikenal sebagai masa inkubasi.

Gejala penyakit gondongan paling umum ialah pembengkakan pada pipi. Hal ini terjadi akibat pembengkakan kelenjar penghasil air liur atau kelenjar parotis terletak di kedua sisi wajah, tepat di bawah telinga. Pembengkakan menyebabkan nyeri dan kesulitan menelan.

Adapun gejala umum sebelum kelenjar pipi membengkak seperti demam, sakit kepala, kelelahan, nyeri otot atau sendi, mulut kering, hilangnya nafsu makan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore