Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Oktober 2022 | 20.36 WIB

Jika Sudah Parah, Alergi Bisa Picu Komplikasi hingga Mengancam Jiwa

Ilustrasi wanita sedang alergi - Image

Ilustrasi wanita sedang alergi

JawaPos.com - Jangan anggap remeh alergi. Alergi merupakan suatu perubahan reaksi atau respons pertahanan tubuh yang menolak dan tidak tahan terhadap zat-zat asing pemicu alergi.

Zat-zat asing tersebut disebut dengan alergen. Alergi dapat memicu komplikasi jika sudah parah, hingga menyebabkan gagal napas akut dan mengancam jiwa.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi Klinik Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, mengatakan bahwa salah satu cara melihat tingkat keparahan alergi bisa dilakukan dengan menggunakan SCORAD (Score of atopic dermatitis). Adalah suatu indeks yang bisa menilai derajat keparahan inflamasi Dermatitis Atopik dengan menilai luas luka, tanda inflamasi (eritema, indurasi, ekskoriasi, papul, likenifikasi), keluhan gatal, dan gangguan tidur.

Apa saja jenis komplikasi alergi?

Komplikasi dari alergi tentu beragam tergantung dari bentuk reaksinya. Rinitis alergi jika tidak diobati dapat menyebabkan sinusitis, otitis media, polip nasal, apnea.

Asma bronkial dapat berkomplikasi menjadi pneumotoraks, emfisema subkutan. Dermatitis atopik bisa berkomplikasi menjadi infeksi sekunder yang disebabkan oleh Staphylococcus, eksim herpetikum, dermatitis kontak sekunder (karena antibiotik), dermatitis tangan (melalui kontak yang berlebihan dengan air).

Komplikasi atopi yang terjadi pada mata yaitu keratokonjungtivitis atopik, keratoconus, dan katarak atopik. "Berikutnya, meskipun jarang terjadi, alergi dapat menyebabkan reaksi yang sangat parah, yang disebut anafilaksis atau syok anafilaksis yang dapat mengancam jiwa," kata Prof Iris dalam diskusi virtual bersama Incidal-OD® dari Bayer, Kamis (6/10).

"Hal ini bisa menyebabkan gagal napas akut dan dalam beberapa kasus yang parah ditemukan edema laring akut, bronkospasme, hipotensi, sianosis dan syok," tutur Prof. Iris.

Cara Mencegah dan Perawatan Alergi

Cara mencegahnya bisa dengan menggunakan filter udara dan menghindari alergen. Namun, yang lebih penting adalah pemilihan obat yang tepat. Sehingga penderitanya dapat meredakan gejalanya dengan lebih cepat dan kembali produktif tanpa gangguan.

Perawatan alergi mencakup obat seperti antihistamin untuk mengontrol gejala yang ada. Obat ini dapat digunakan saat alergi terjadi dan saat merasa gejala reaksi alergi untuk mencegah reaksi berlebihan.

"Oleh karena itu, bagi pejuang alergi penting sekali untuk mengetahui faktor pemicu alerginya (alergen) agar bisa menghindar dari kemungkinan timbulnya gejala. Dan yang terpenting, selalu sediakan antihistamin yang tepat, sebagai obat darurat untuk mengantisipasi munculnya gejala alergi tanpa diduga," kata Prof. Iris.

MA Manager & Medical Expert dan GM PT Bayer Indonesia dr. Gunawan Purdianto mengatakan anti-histamin yang tepat membantu penderitanya merasakan redanya alergi setelah 20-40 menit. Dengan demikian, penderita alergi bisa langsung kembali aktif dan produktif dalam kegiatan mereka kembali.

"Cukup diminum untuk meredakan alergi, sehingga lebih memudahkan penderita alergi untuk kembali produktif," tutupnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore