Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 September 2022 | 14.48 WIB

Skrining Hipotiroid Kongenital, Dikatakan Positif jika Kadar TSH > 20

Photo - Image

Photo

Per 1 September, Kementerian Kesehatan kembali menggencarkan skrining hipotiroid kongenital untuk bayi baru lahir. Tujuannya, deteksi dini kurangnya hormon tiroid pada bayi.

---

DI Indonesia, kasus anak yang terkena hipotiroid kongenital cukup banyak, perbandingannya 1:2.736 kelahiran. Atau, sekitar 1.500–1.600 bayi per tahun,” tutur dr Fiona Paramitha SpA. Penyakit kurangnya hormon tiroid tersebut terjadi pada bayi sejak dalam kandungan. Ketika itu, janin mendapat hormon tiroid dari ibu.

Begitu lahir, hormon tiroid ibu masih tersimpan dalam tubuh untuk 2–4 minggu ke depan. Saat cadangan mulai habis, tubuh bayi baru menunjukkan gejala kekurangan hormon tiroid.

”Tidak adanya kelenjar tiroid, kelainan struktur atau kelenjar (displasia/hipoplasia), lokasi tiroid abnormal, bayi prematur, penggunaan obat antitiroid yang diminum ibu juga bisa jadi faktor penyebabnya,” lanjutnya.

Sebagian besar kasus hipotiroid kongenital (HK) baru menunjukkan gejala khas seiring bertambahnya usia anak. Orang tua terkadang tidak menyadari sehingga terjadi keterlambatan diagnosis.

Berdasar panduan nasional tata laksana hipotiroid kongenital, bayi baru lahir yang berusia 48–72 jam atau maksimal dua minggu akan mendapat pemeriksaan thyroid stimulating hormone (TSH). Tes itu dilakukan dengan mengambil sampel darah pada tumit bayi.

Hasil dikatakan positif apabila kadar TSH bayi tinggi. ”Jika nilainya kurang dari 20, itu normal. Tapi kalau nilainya lebih besar atau sama dengan 20, itu positif,” lanjut dokter spesialis anak RS Bhirawa Bhakti dan RSIA Mardi Waloeja Kauman itu.

Jika diketahui positif, lanjut dia, perlu dipastikan kembali lewat pemeriksaan FT4 dan TSH darah. ’’Jika dilihat nilai FT4-nya kurang dari normal, mulai dilakukan terapi hipotiroid kongenital. Begitu pun kalau FT4-nya normal, tapi TSH-nya lebih dari 20. Namun, jika hasil FT4-nya normal dan nilai TSH 6–20, kita ulangi lagi untuk tes fungsi tiroid dalam dua minggu. Kalau abnormal, baru terapi,” jelasnya.

Anak dengan kelainan HK jika tidak ditangani sejak awal dapat mengancam pertumbuhannya di masa mendatang. Sebab, hormon tiroid berperan dalam perkembangan otak anak dan proses pemanjangan tulang. Kekurangan hormon itu bisa mengakibatkan kondisi tubuh pendek atau cebol, kesulitan bicara, hingga keterbelakangan mental.

GEJALA HIPOTIROID KONGENITAL

• Kulit dan mata menguning

• Bengkak pada palpebra atau kelopak mata, tangan, dan kaki

• Tidak kuat menyusu

• Perut dan ubun-ubun menonjol

• Kepala lebih besar dari ukuran normal

• Kulit kering pecah-pecah

• Konstipasi

• Tidak aktif, lemah badan atau letargi

• Pertumbuhan terhambat atau pendek

• Terlambat berbicara dan jalan

Mitos atau Fakta?

• Ras dan jenis kelamin memengaruhi risiko kelainan HK (FAKTA)

Bayi perempuan Asia berisiko terkena HK dua kali lebih tinggi.

• Anak yang terkena HK tidak bisa hidup normal (MITOS)

FAKTA: Bisa hidup normal jika didiagnosis sejak dini dan diterapi secara adekuat.

• Ibu hamil yang kurang asupan yodium berisiko melahirkan bayi dengan kelainan HK (FAKTA)

Saat dalam kandungan, janin menerima hormon tiroid dari ibu. Nah, yodium merupakan bahan esensial untuk membentuk hormon tiroid.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore