
Berhenti merokok adalah sebuah proses dan cara pikir atau mindset
JawaPos.com - Selama ini banyak dijumpai orang-orang di sekitar yang berasumsi bahwa merokok dapat menghilangkan stres dan menenangkan pikiran.
Saking percaya, mereka pecaya diri mengunggah di akun media sosial menampilkan foto dengan gambar secangkir kopi hitam dan sebatang rokok. Gambar itu dianggap dapat menemani hari santainya. Kelompok-kelompok orang seperti itu berpikir bahwa rokok membantu dalam menenangkan pikiran dan mengurangi kecemasan.
Dilansir webMD, efek dari merokok itu hanya berumur pendek. Maksudnya, merokok hanya mampu membuat penikmatnya merasa tenang sementara. Usai merokok, stres kembali lagi. Akhirnya seorang perokok mulai putus asa dan menginginkan rokok lagi, tetapi kemudian rasa gelisah dan cemas datang lagi. Siklus seperti itu terus berulang.
Hal itu terjadi karena rokok mengandung stimulan. Rokok dapat membantu mendorong energi yang cepat. Namun, efek yang dirasakan penggunanya sangat cepat hilang. Kandungan kimia yang tinggi hanya bertahan beberapa menit.
Sementara itu, menurut sebuah hasil penelitian yang dilansir University of Oxford menunjukkan bahwa berhenti merokok justru dapat meningkatkan kesehatan mental.
Penelitian itu menggunakan pendekatan analitis yang ketat untuk menilai perubahan kesehatan mental setelah berhenti merokok. Studi itu melibatkan dua kelompok orang dewasa, yaitu yang mempunyai gangguan kejiwaan dan yang tidak.
Terdapat 4.260 sampel dari analisis itu. Sebanyak 55,4 persen di antaranya memiliki riwayat penyakit mental. Pengukuran skor kecemasan dan depresi dilakukan dengan menggunakan skala kecemasan dan depresi rumah sakit pada minggu ke-24. Skor yang lebih rendah menunjukkan kesehatan mental yang lebih baik berkisar antara 0-21.
Hasil penelitian itu mengungkapkan bahwa berhenti merokok dikaitkan dengan peningkatan signifikan dalam skor kecemasan dan depresi. Arti dari penemuan tersebut menjelaskan bahwa berhenti merokok tampaknya tidak memperburuk keadaan dan mungkin meningkatkan hasil kesehatan mental.
Sementara itu, Peneliti di Nuffield Department of Primary Care Health Sciences Min Gao mengungkapkan bahwa menggunakan tiga pendekatan statistik untuk mengurangi perancu sehingga dapat memberi bukti yang lebih kuat terkait dampak berhenti merokok terhadap kesehatan mental.
Min Gao melanjutkan, berhenti merokok tidak akan memperburuk keadaan. Malahan bisa meningkatkan kesehatan mental.
Banyak perokok yang menginginkan berhenti merokok, tetapi gagal. Tidak semuanya sukses. Mereka tidak dapat melupakan sensasi sementara yang mereka alami saat merokok. Seorang perokok seperti tidak ingin melepas saat-saat yang menurut mereka mampu menghilangkan stres atau memberikan manfaat psikologis lainnya.
Baca Juga: Cukai Hasil Tembakau Resmi Naik 10 Persen, Berikut Rincian Harga Rokok Terbaru Per Januari 2024
Padahal itu tidak memberi efek yang berkepanjangan. Hanya terjadi sementara dan akan terulang lagi setelahnya. Sayangnya gagasan bahwa merokok memiliki efek menenangkan sudah tersebar luas.
Selain itu, merokok merupakan penyebab utama kematian dengan hampir separuh perokok meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan merokok.
Angela Wu seorang penulis utama dan peneliti di Nuffield Department of Primary Care Health Sciences, University of Oxford mengatakan bahwa berhenti merokok bukanlah hal yang mudah.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
