
Kelompok Ini Rentang Kekurangan Vitamin D, Berikut Penjelasan Dari National Institutes of Health. (Harvard Edu)
JawaPos.com- Vitamin D penting bagi tubuh manusia, namun banyak yang masih mengabaikannya. Mengapa? Kemungkinan mereka belum tahu tentang pilihan makanannya atau sumber makanan yang sulit didapatkan.
Menurut National Institutes of Health sumber makanan vitamin D dapat mudah ditemukan. Sebagian orang hanya cukup memanfaatkan paparan sinar matahari sebagai sumber vitamin D tersebut.
Namun, beberapa kelompok mungkin memerlukan suplemen makanan untuk memenuhi kebutuhan vitamin D mereka. Kelompok berikut ini termasuk kelompok yang paling mungkin memiliki status vitamin D yang tidak mencukupi.
Berikut ini merupakan kelompok yang status vitamin D tidak mencukupi atau kelompok yang rentang kekurangan vitamin D yang dilansir dari National Institutes of Health:
Konsumsi ASI saja biasanya tidak memungkinkan bayi memenuhi kebutuhan vitamin D, karena ASI menyediakan kurang dari 0,6 hingga 2,0 mcg/L (25 hingga 78 IU/L). Kandungan vitamin D dalam ASI berhubungan dengan asupan vitamin D ibu.
Penelitian menunjukkan bahwa ASI dari ibu yang mengonsumsi suplemen harian yang mengandung setidaknya 50 mcg (2.000 IU) vitamin D3 memiliki tingkat nutrisi yang lebih tinggi.
Meskipun paparan UVB dapat menghasilkan vitamin D pada bayi, American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan orang tua untuk menjauhkan bayi di bawah 6 bulan dari paparan sinar matahari langsung.
Bayi harus mengenakan pakaian pelindung dan topi, dan mengoleskan tabir surya pada area kecil kulit yang terpapar sinar matahari saat bayi terkena sinar matahari.
AAP merekomendasikan suplemen vitamin D 10 mcg (400 IU) per hari untuk bayi yang mendapat ASI eksklusif dan sebagian, dimulai segera setelah lahir dan berlangsung hingga mereka disapih dan mengonsumsi setidaknya 1.000 mL/hari susu formula atau susu murni yang diperkaya vitamin D.
AAP juga merekomendasikan 10 mcg (400 IU)/hari tambahan vitamin D untuk semua bayi yang tidak disusui dan mengonsumsi kurang dari 1.000 mL/hari susu formula atau susu yang diperkaya vitamin D.
Orang dewasa yang lebih tua mempunyai risiko lebih tinggi mengalami kekurangan vitamin D, sebagian karena kemampuan kulit untuk mensintesis vitamin D menurun seiring bertambahnya usia.
Selain itu, orang dewasa yang lebih tua cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan dibandingkan orang yang lebih muda. Sehingga mereka mungkin memiliki asupan vitamin yang tidak mencukupi.
Kelompok ini termasuk individu yang tinggal di rumah, orang yang mengenakan jubah panjang, gaun, atau penutup kepala karena alasan agama dan orang-orang dengan pekerjaan yang membatasi paparan sinar matahari.
Jumlah pigmen melanin yang lebih banyak pada lapisan epidermis kulit, mengakibatkan kulit menjadi lebih gelap, dan menurunkan kemampuan kulit dalam memproduksi vitamin D dari sinar matahari.
Contohnya Orang kulit hitam di Amerika, biasanya memiliki kadar serum 25(OH)D yang lebih rendah dibandingkan orang kulit putih di Amerika. Namun, apakah kadar yang lebih rendah pada orang berkulit gelap mempunyai konsekuensi kesehatan yang signifikan masih belum jelas.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
