Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 September 2022 | 22.12 WIB

Alasan Status Darurat Ditetapkan Meski Hanya 1 Kasus Polio Ditemukan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Virus polio membuat penderitanya terancam mengalami kelumpuhan. Di New York, 1 kasus kelumpuhan ditemukan.

Kemudian 4 wilayah juga melaporkan adanya penemuan virus polio di air limbah. Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menegaskan jika satu negara atau wilayah menemukan satu kasus polio, maka status darurat harus diberlakukan.

Dicky mengatakan, penemuan satu kasus lumpuh itu menjadi indikator serius. Dan hal itu menjadi dasar penetapan KLB (Kejadian Luar Biasa).

"Itu karena polio tidak bisa reverse ya, kelumpuhan yang terjadi tak bisa kembali. Artinya ada banyak kasus di balik itu yang asimptomatik, tak bergejala. Banyak yang tak merasakan apa-apa," kata Dicky kepada JawaPos.com, Senin (12/9).

Jika status darurat tak ditetapkan, kata dia, maka penanganannya tidak akan serius dan menularkan orang yang paling rawan. Adalah mereka yang belum mendapatkan vaksin polio saat kecil atau imunisasi dasar.

"Itu prinsip paling sama dengan Covid-19. Virus polio bisa ditularkan orang yang tak bergejala," jelasnya.

Ancaman Nyata bagi Indonesia

Dicky menjelaskan akibat pandemi Covid-19 selama tahun 2020 hingga 2021, jumlah cakupan vaksinasi imunisasi dasar pada anak-anak menurun. Total hanya sekitar 70an persen. Sementara herd immunity atau cakupan vaksin untuk polio harus 95 persen minimal.

"Terkait polio ya, sekali lagi ini jadi pengingat serius dan direspons serius. Ancamannya nyata untuk Indonesia juga," katanya.

Indonesia sempat 10 tahun lalu dinyatakan bebas polio. Tapi faktanya daerah di Indonesia banyak berisiko tinggi.

"Bicara polio ini, adanya kelompok manusia bayi baru lahir, yang rentan tertular sebaran virus polio. Itu karena selama pandemi, para orang tua takut membawa anaknya ke faskes karena takut tertular Covid-19. Sehingga cakupan imunisasi menurun," jelas Dicky.

Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan harus segera mengejar cakupan vaksinasi polio. Caranya dengan kampanye yang lebih masif melalui BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional).

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore