Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Januari 2024 | 18.55 WIB

Angka Kasusnya Masih Tinggi, Menkes Dorong Deteksi Dini Kanker Payudara

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (4/7/22). Menkes menjelaskan mengenai tahapan kelas standar BPJS Kesehatan. Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS

JawaPos.com - Kanker payudara di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Angkanya tinggi, bahkan menyumbang 19,2 persen dari semua kasus kanker dan lebih dari 68 persen kasus kanker.

Seringkali  kanker payudara ditemukan pada stadium lanjut. Karena itu, deteksi dini sangat penting dalam mengatasi kanker payudara. Perempuan yang lahir setelah 1960 memiliki peluang 1 dari 7 untuk terdiagnosa kanker payudara. 

Namun, jika seorang perempuan memiliki gen BRCA1 atau BRCA2, risikonya akan melonjak - mencapai hingga 50 persen pada usia 70 tahun serta peningkatan risiko hingga 85 persen dari waktu ke waktu. 

"Sebagian besar perempuan takut mengetahui bahwa mereka mungkin memiliki kanker payudara dan tidak melakukan skrining secara rutin," ucap Menteri Kesehatan atau Menkes Budi Gunadi Sadikin saat berbicara dalam acara kementerian di Senayan, Jakarta.

Menkes menekankan perlunya perempuan menghadapi ketakutan ini agar mereka dapat didiagnosis dan diobati lebih awal untuk memiliki peluang melawan kanker payudara jauh lebih tinggi. 

Salah satu cara yang mudah untuk memastikan kesehatan payudara adalah dengan melakukan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) - pemeriksaan sederhana sendiri pada payudara setiap bulan. Praktik sederhana ini memungkinkan perempuan untuk mengetahui perubahan apa pun lebih awal. 

Namun, jika sudah terdiagnosis dengan kanker payudara, pasien dapat berdiskusi dengan dokter untuk melakukan tes genetik BRCA untuk mengetahui pilihan pengobatan yang efektif bagi pasien. 

Tes genetik BRCA lebih mudah diakses dan terjangkau daripada sebelumnya karena sudah tersedia di beberapa laboratorium di Indonesia. Bila hasil tes BRCA positif, kini tersedia pilihan pengobatan yang lebih efektif, yang dapat digunakan untuk melawan kanker payudara tahap awal dan metastatik HER2-negatif dengan mutasi BRCA1 atau BRCA2. 

Obat kanker khusus dengan sediaan oral ini, akan menghambat sel-sel kanker untuk memperbaiki kerusakan DNA sehingga akan mati dengan sendirinya dan mampu memperpanjang harapan hidup pasien. 

Sekarang, perempuan memiliki pilihan untuk melawan kanker payudara lebih awal, maka ambillah langkah pertama – diskusikan mengenai test BRCA dengan dokter spesialis onkologi Anda untuk mendapatkan pilihan pengobatan yang lebih efektif.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore