Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (4/7/22). Menkes menjelaskan mengenai tahapan kelas standar BPJS Kesehatan. Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS
JawaPos.com - Kanker payudara di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Angkanya tinggi, bahkan menyumbang 19,2 persen dari semua kasus kanker dan lebih dari 68 persen kasus kanker.
Seringkali kanker payudara ditemukan pada stadium lanjut. Karena itu, deteksi dini sangat penting dalam mengatasi kanker payudara. Perempuan yang lahir setelah 1960 memiliki peluang 1 dari 7 untuk terdiagnosa kanker payudara.
Namun, jika seorang perempuan memiliki gen BRCA1 atau BRCA2, risikonya akan melonjak - mencapai hingga 50 persen pada usia 70 tahun serta peningkatan risiko hingga 85 persen dari waktu ke waktu.
"Sebagian besar perempuan takut mengetahui bahwa mereka mungkin memiliki kanker payudara dan tidak melakukan skrining secara rutin," ucap Menteri Kesehatan atau Menkes Budi Gunadi Sadikin saat berbicara dalam acara kementerian di Senayan, Jakarta.
Menkes menekankan perlunya perempuan menghadapi ketakutan ini agar mereka dapat didiagnosis dan diobati lebih awal untuk memiliki peluang melawan kanker payudara jauh lebih tinggi.
Salah satu cara yang mudah untuk memastikan kesehatan payudara adalah dengan melakukan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) - pemeriksaan sederhana sendiri pada payudara setiap bulan. Praktik sederhana ini memungkinkan perempuan untuk mengetahui perubahan apa pun lebih awal.
Namun, jika sudah terdiagnosis dengan kanker payudara, pasien dapat berdiskusi dengan dokter untuk melakukan tes genetik BRCA untuk mengetahui pilihan pengobatan yang efektif bagi pasien.
Tes genetik BRCA lebih mudah diakses dan terjangkau daripada sebelumnya karena sudah tersedia di beberapa laboratorium di Indonesia. Bila hasil tes BRCA positif, kini tersedia pilihan pengobatan yang lebih efektif, yang dapat digunakan untuk melawan kanker payudara tahap awal dan metastatik HER2-negatif dengan mutasi BRCA1 atau BRCA2.
Obat kanker khusus dengan sediaan oral ini, akan menghambat sel-sel kanker untuk memperbaiki kerusakan DNA sehingga akan mati dengan sendirinya dan mampu memperpanjang harapan hidup pasien.
Sekarang, perempuan memiliki pilihan untuk melawan kanker payudara lebih awal, maka ambillah langkah pertama – diskusikan mengenai test BRCA dengan dokter spesialis onkologi Anda untuk mendapatkan pilihan pengobatan yang lebih efektif.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
