Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Juni 2022 | 13.18 WIB

Virus Polio Kembali Muncul, Ahli Sebut Bahaya Jika Belum Vaksin

- Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban - Image

- Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban

JawaPos.com - Untuk pertama kalinya Inggris mengidentifikasi kemungkinan wabah polio di London. Penemuan virus itu tidak terduga karena Inggris telah dinyatakan bebas polio sejak 2003. Beruntunglah jika sudah divaksin sejak kecil karena akan terlindungi dari penyakit ini.

Ahli Spesialis Penyakit Dalam dan juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengatakan sejauh ini belum ada gambaran jelas seberapa lebar transmisi atau penularan polio. Sejauh ini belum ada kasus polio yang dilaporkan sejauh ini.

"Pejabat kesehatan Inggris baru sebatas mengidentifikasi virus polio yang ditemukan di sampel limbah dan tengah melakukan penyelidikan," paparnya dalam kicauannya yang sudah dikonfirmasi, Jumat (24/6).

Virus polio yang ditemukan di Inggris adalah virus polio tipe 2. Apakah berbahaya? ’’Ya, tipe dua, yang artinya berasal dari orang yang sudah divaksinasi di luar negeri dengan OPV alias dengan vaksin yang diminum. Virus ini diklasifikasikan sebagai 'vaccine-derived' poliovirus type 2 (VDPV 2)," jelas Prof Zubairi.

Menurutnya dalam beberapa kasus bisa menyebabkan penyakit serius, seperti kelumpuhan. Apalagi pada orang yang belum divaksinasi penuh. Laporan NPR, polio menyebabkan kelumpuhan permanen pada orang yang tidak divaksinasi lengkap pada sekitar 5 dari setiap 1.000 kasus. Polio menyebar melalui rute fekal-oral. Artinya, ketika seseorang secara tidak sengaja menghirup tinja yang terinfeksi.

Kasus polio terakhir di Inggris terjadi pada tahun 1984. Inggris dinyatakan bebas polio pada tahun 2003. Pandemi telah memberi peluang polio untuk muncul kembali di banyak negara.

Dari 2019 hingga 2020, jumlah kasus polio di seluruh dunia hampir tiga kali lipat, NPR melaporkan pada bulan April, menghasilkan lebih dari seribu kasus yang diketahui tersebar di hampir 30 negara. Tahun lalu, dunia mencatat lebih dari 600 kasus polio. (*)

 

 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore