Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Juni 2022 | 14.48 WIB

Uji Silang Serasi, Tes Akhir sebelum Transfusi Darah

SKRINING DULU: UNTUK MELINDUNGI RESIPIEN, DARAH DARI PENDONOR AKAN DIOLAH TERLEBIH DAHULU DAN DIPASTIKAN SESUAI. (DIPTA WAHYU/JAWA POS) - Image

SKRINING DULU: UNTUK MELINDUNGI RESIPIEN, DARAH DARI PENDONOR AKAN DIOLAH TERLEBIH DAHULU DAN DIPASTIKAN SESUAI. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)

Setetes darah bisa menyelamatkan sesama. Ada serangkaian proses sebelum darah dari pendonor diberikan kepada resipien atau penerima.

---

DARAH dari pendonor perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu supaya tidak membahayakan resipien. Kabag Pelayanan dan Humas Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya dr Wandai Rasoetedja memaparkan, meski donor berasal dari keluarga atau rekan sendiri, tetap dilakukan skrining dan pengolahan terlebih dahulu. Antara lain, pemeriksaan golongan darah dan cross match test, uji saring anti-HIV, anti-HCV, hingga HBsAG.

”Nah, setelah melalui pengolahan darah, termasuk uji saring, jika hasilnya positif, darah tidak akan diedarkan untuk pasien. Tapi, darah tersebut akan langsung dimusnahkan sesuai standar operasional prosedur,” paparnya. Selain itu, pendonor akan diberitahukan hasil pemeriksaan jika terbukti reaktif. ”Masyarakat tidak perlu khawatir akan stok darah di PMI,” lanjut dia.

Tidak berhenti pada uji saring. Masih ada tahapan lain, yaitu uji silang serasi atau cross match test. Dokter Wandai menjelaskan, cross match test dilakukan untuk memastikan darah antara penerima transfusi dan pendonor cocok dan sesuai. ”Meskipun golongan darahnya sama, kalau kedua sampel tidak serasi bisa berakibat fatal buat penerima,” terangnya.

Wandai menjelaskan, untuk melihat kesesuaian darah tersebut dilakukan secara in vitro. Plasma penerima transfusi dicampur dengan sel donor, lalu diberikan albumin. Terjadi reaksi aglutinasi atau penggumpalan jika pasien tidak cocok dengan darah donor. ”Metode tube test. Diinkubasi selama 15 hingga 30 menit,” ucap dia.

Dokter 54 tahun tersebut mengatakan, prinsip uji silang serasi terbagi menjadi dua prosedur. Mayor dan minor. Prosedur mayor untuk melihat apakah sel donor akan dihancurkan oleh antibodi plasma pasien. Sementara itu, prosedur minor untuk melihat apakah sel penerima akan dihancurkan oleh plasma donor. ”Dilakukan pada suhu ruangan. Karena aglutinin rhesus hanya bereaksi di suhu 37 derajat Celsius,” terangnya.

Tindakan terakhir untuk melindungi penerima darah itu memiliki beberapa fungsi. Di antaranya, melihat ada atau tidak reaksi antara darah pasien dan pendonor. Lalu, mendeteksi antibodi dalam serum pasien supaya umur eritrosit donor tidak berkurang atau bahkan hancur. ”Supaya darah kompatibel dan tidak menimbulkan kerusakan,” tuturnya.

Wandai memaparkan, ada beberapa penyebab hasil dikatakan inkompatibel. Misal, protein yang menyelubungi sel darah donor, auto antibodi di serum penerima bereaksi dengan sel darah merah donor, hingga adanya allo antibodi di serum pasien. Karena itu, transfusi darah tidak bisa dilakukan dan pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk mencari penyebabnya. ’’Bisa juga karena ada kelainan di serum pasien,” paparnya.

Resipien yang telanjur menerima transfusi darah inkompatibilitas memiliki beberapa gejala. Mulai mual, muntah, sesak napas, demam, hingga nyeri otot. Hal tersebut harus segera ditangani agar tidak menimbulkan komplikasi lebih lanjut. Antara lain, penggumpalan darah, gagal ginjal, bahkan kematian. ”Selama ini di PMI Surabaya tidak ada kesalahan itu,” ujarnya.

Pacu Reproduksi Sel-Sel Darah Baru


TIAP 14 Juni diperingati sebagai Hari Donor Darah Sedunia. Tak hanya bernilai bagi penerima, pendonor pun mendapatkan manfaatnya. Banyak di antara kita yang mungkin merasa takut mendonorkan darah lantaran ukuran jarum yang digunakan cukup besar. Antara 16 hingga 17 gauss.

Dokter Wandai Rasoetedja memaparkan, penggunaan jarum berukuran besar memiliki alasan tersendiri. ”Potensi penggumpalan darah yang dapat menyumbat proses bisa diminimalkan,” tuturnya. Selain itu, bayangkan butuh waktu berapa lama jika prosedur donor dilakukan memakai ukuran jarum kecil.

Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya donor darah merupakan tugas kita semua. ”Di UTD PMI Surabaya stok darah merah di Surabaya ada 900 kantong. Trombosit 350 kantong. Masih stabil,” ungkapnya. Jika persediaan darah di PMI menipis dan terjadi kondisi gawat darurat, nyawa pasien akan menjadi taruhannya.

Padahal, manfaat donor darah bagi pendonor dan penerima begitu banyak. Untuk pendonor bisa mencegah munculnya penyakit jantung, mendapatkan pemeriksaan fisik sederhana, serta mendapatkan screening test hepatitis B, hepatitis C, human immunodeficiency virus (HIV). ”Untuk resipien dapat mencegah kekurangan nutrisi dan oksigen bagi organ,” terang mantan relawan PMI itu.

Manfaat bagi pendonor memang tidak bisa dirasakan secara langsung. Namun jika mendonorkan darah secara rutin tiga bulan sekali, reproduksi sel-sel darah baru akan terpacu dalam tubuh. Dengan begitu, fungsi darah menjadi lebih baik dan pendonor menjadi lebih sehat. ”Fungsi sel darah merah untuk mengangkut sari makanan dan oksigenisasi,” kata dia.

JANGAN RAGU DONOR

- Volume darah yang diambil tiap donor berkisar 350–450 mililiter. Atau, hanya berkisar 7–10 persen dari total volume darah dalam tubuh.

- Satu kantong darah setidaknya dapat menyelamatkan tiga nyawa.

- Sebelum donor, disarankan makan terlebih dulu dan istirahat yang cukup.

- Donor darah meregenerasi sel-sel darah dalam tubuh.

SYARAT BOLEH DONOR

- Berusia 17 hingga 60 tahun

- Berat badan minimal 45 kilogram

- Tekanan darah sistolik 110–160 mmHG dan diastolik 60–100 mmHG

- Pendonor tidak boleh dalam pengaruh obat-obatan dan alkohol

- Bagi perempuan, tidak dalam keadaan hamil atau menyusui

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore