
SKRINING DULU: UNTUK MELINDUNGI RESIPIEN, DARAH DARI PENDONOR AKAN DIOLAH TERLEBIH DAHULU DAN DIPASTIKAN SESUAI. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)
Setetes darah bisa menyelamatkan sesama. Ada serangkaian proses sebelum darah dari pendonor diberikan kepada resipien atau penerima.
---
DARAH dari pendonor perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu supaya tidak membahayakan resipien. Kabag Pelayanan dan Humas Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya dr Wandai Rasoetedja memaparkan, meski donor berasal dari keluarga atau rekan sendiri, tetap dilakukan skrining dan pengolahan terlebih dahulu. Antara lain, pemeriksaan golongan darah dan cross match test, uji saring anti-HIV, anti-HCV, hingga HBsAG.
”Nah, setelah melalui pengolahan darah, termasuk uji saring, jika hasilnya positif, darah tidak akan diedarkan untuk pasien. Tapi, darah tersebut akan langsung dimusnahkan sesuai standar operasional prosedur,” paparnya. Selain itu, pendonor akan diberitahukan hasil pemeriksaan jika terbukti reaktif. ”Masyarakat tidak perlu khawatir akan stok darah di PMI,” lanjut dia.
Tidak berhenti pada uji saring. Masih ada tahapan lain, yaitu uji silang serasi atau cross match test. Dokter Wandai menjelaskan, cross match test dilakukan untuk memastikan darah antara penerima transfusi dan pendonor cocok dan sesuai. ”Meskipun golongan darahnya sama, kalau kedua sampel tidak serasi bisa berakibat fatal buat penerima,” terangnya.
Wandai menjelaskan, untuk melihat kesesuaian darah tersebut dilakukan secara in vitro. Plasma penerima transfusi dicampur dengan sel donor, lalu diberikan albumin. Terjadi reaksi aglutinasi atau penggumpalan jika pasien tidak cocok dengan darah donor. ”Metode tube test. Diinkubasi selama 15 hingga 30 menit,” ucap dia.
Dokter 54 tahun tersebut mengatakan, prinsip uji silang serasi terbagi menjadi dua prosedur. Mayor dan minor. Prosedur mayor untuk melihat apakah sel donor akan dihancurkan oleh antibodi plasma pasien. Sementara itu, prosedur minor untuk melihat apakah sel penerima akan dihancurkan oleh plasma donor. ”Dilakukan pada suhu ruangan. Karena aglutinin rhesus hanya bereaksi di suhu 37 derajat Celsius,” terangnya.
Tindakan terakhir untuk melindungi penerima darah itu memiliki beberapa fungsi. Di antaranya, melihat ada atau tidak reaksi antara darah pasien dan pendonor. Lalu, mendeteksi antibodi dalam serum pasien supaya umur eritrosit donor tidak berkurang atau bahkan hancur. ”Supaya darah kompatibel dan tidak menimbulkan kerusakan,” tuturnya.
Wandai memaparkan, ada beberapa penyebab hasil dikatakan inkompatibel. Misal, protein yang menyelubungi sel darah donor, auto antibodi di serum penerima bereaksi dengan sel darah merah donor, hingga adanya allo antibodi di serum pasien. Karena itu, transfusi darah tidak bisa dilakukan dan pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk mencari penyebabnya. ’’Bisa juga karena ada kelainan di serum pasien,” paparnya.
Resipien yang telanjur menerima transfusi darah inkompatibilitas memiliki beberapa gejala. Mulai mual, muntah, sesak napas, demam, hingga nyeri otot. Hal tersebut harus segera ditangani agar tidak menimbulkan komplikasi lebih lanjut. Antara lain, penggumpalan darah, gagal ginjal, bahkan kematian. ”Selama ini di PMI Surabaya tidak ada kesalahan itu,” ujarnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
