Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Mei 2022 | 19.42 WIB

Booster Vaksin AstraZeneca Diklaim Manjur Tingkatkan Respons Imun

CAIRAN KEBAL: Seorang nakes mengambil vaksin yang akan disuntikkan kepada warga. Rencananya RSUD dr Soetomo akan mengadakan uji klinis vaksin Merah Putih. (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

CAIRAN KEBAL: Seorang nakes mengambil vaksin yang akan disuntikkan kepada warga. Rencananya RSUD dr Soetomo akan mengadakan uji klinis vaksin Merah Putih. (Robertus Risky/Jawa Pos)

JawaPos.com - Vaksin AstraZeneca AZD1222 sudah disetujui di Uni Eropa sebagai vaksin booster dosis ketiga untuk melawan Covid-19. Persetujuan ini berdasarkan tinjauan Komite Produk Obat untuk Penggunaan Manusia (CHMP) terhadap bukti substansial yang diklaim dapat tingkatkan respons imun setelah booster dosis ketiga.

Syarat pemberian booster yakni seseorang itu sudah divaksin primer dengan AZD1222 setelah vaksin primer baik vaksin AZD1222 atau mRNA Covid-19.

"Izin edar hari ini untuk vaksin Covid-19 AstraZeneca sebagai booster dosis ketiga merupakan langkah penting menuju tujuan kami dalam memberikan perlindungan berkelanjutan terhadap Covid-19 untuk semua masyarakat," kata Executive Vice President, BioPharmaceuticals R&D, AstraZeneca, Mene Pangalos, seperti dalam keterangan resmi, Selasa (24/5).

Menurutnya untuk memastikan durasi perlindungan kekebalan yang lebih lama merupakan hal sangat penting bagi manajemen jangka panjang Covid-19 secara global. Ia menegaskan booster dapat mengatasi perlindungan yang berkurang dari waktu ke waktu setelah vaksinasi primer yang dilakukan hingga saat ini.

AZD1222 sudah disetujui sebagai booster homolog (pasien yang sebelumnya diberikan vaksinasi primer AZD1222) di Inggris, dan beberapa negara di Asia dan Amerika Latin. AZD1222 juga telah disetujui sebagai booster heterolog (pasien yang sebelumnya diberikan jadwal vaksin primer baik vaksin vektor virus selain AZD1222 atau vaksin jenis inactivated vaccine atau vaksin mRNA Covid-19) di sejumlah negara non-Eropa.

AZD1222 (ChAdOx1-S [Recombinant])

Vaksin AstraZeneca Covid-19 ditemukan oleh Universitas Oxford. Vaksin Ini menggunakan vektor virus simpanse yang kekurangan replikasi berdasarkan versi virus flu biasa (adenovirus) yang dilemahkan yang menyebabkan infeksi pada simpanse dan mengandung materi genetik protein lonjakan virus SARS-CoV-2. Setelah vaksinasi, protein lonjakan permukaan diproduksi, memicu sistem kekebalan untuk menyerang virus SARS-CoV-2 jika kemudian menginfeksi tubuh. AZD1222 adalah vaksin 'vektor virus', yang berarti versi virus yang tidak dapat menyebabkan penyakit digunakan sebagai bagian dari vaksin, membuat tubuh tahu bagaimana melawannya jika terkena virus yang sebenarnya nanti.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore