
MENUJU PUNCAK MUDIK: Calon penumpang memadati Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, kemarin (27/4). (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
JawaPos.com - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Tjandra Yoga Aditama membagikan tips sehat bagi para pemudik saat tiba di kampung halaman hingga merayakan hari raya Idul Fitri nanti.
Pertama, para pemudik yang baru tiba di kampung halaman terutama sesudah berjam-jam perjalanan, disarankan beristirahat dulu sebelum melakukan kegiatan lain di kampung halaman.
"Jangan begitu tiba langsung jalan-jalan, kan akan masih ada beberapa hari di kampung halaman, istirahat agar segar dulu dan baru beraktivitas," kata dia melalui pesan elektroniknya, Sabtu (30/4).
Prof. Tjandra mengingatkan, walaupun sebagian orang sudah dua tahun tidak mudik, tetaplah melakukan aktivitas dengan seimbang sehingga tidak melakukan kegiatan yang membuat lelah berlebihan. Selain itu, perhatikan waktu tidur agar tetap terjaga baik dan hindari bergadang berkepanjangan karena sudah lama tidak ketemu teman dan kerabat.
Selanjutnya, mereka yang mempunyai penyakit tertentu dan harus mengonsumsi obat rutin maka ingatlah jadwal minum obat sesuai aturan dokter. Di sisi lain, bila selama di kampung halaman mengalami keluhan kesehatan maka segeralah berkonsultasi ke petugas kesehatan terdekat.
"Ingat, para pemudik akan menjalani arus balik yang bukan tidak mungkin akan padat dan melelahkan pula, yang membutuhkan fisik yang baik," kata Prof. Tjandra.
Saat Lebaran tiba, masyarakat perlu tetap menggunakan masker saat melaksanakan shalat Idul Fitri.
"Shalat memang baik kalau di lakukan di lapangan terbuka dan kalau di dalam masjid akan baik kalau jendela dan pintu dibuka lebar-lebar agar ventilasi terjaga baik," ujar Prof. Tjandra.
Tips sehat berikutnya yakni tidak menjadikan hari Lebaran dan hari-hari sesudahnya sebagai ajang balas dendam setelah sebulan berpuasa. Prof. Tjandra mengingatkan masyarakat tidak makan berlebihan karena bisa berdampak buruk untuk kesehatan.
Merujuk pada panduan Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan, maka pengaturan porsi makan yang disarankan yakni setengah piring diisi sayuran dan buah, seperempat piring berisi nasi atau sejenisnya semisal jagung, gandum dan lainnya, serta seperempat sisanya diisi dengan protein.
Kemudian, bagi masyarakat yang ingin berwisata sebaiknya mengantisipasi terjadinya keramaian di objek-objek wisata ataupun pusat perbelanjaan.
"Untuk ini akan baik kalau mungkin memilih waktu yang tidak sedang puncak-puncaknya penuh, juga tetap tetap memakai masker, rajin mencuci tangan serta sedapat mungkin menjaga jarak di dalam kerumunan," demikian saran Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
