
Pasien yang sudah terdiagnosis memiliki stenosis aorta derajat sedang, penyempitan akan menjadi semakin berat seiring dengan berjalannya waktu. Data menunjukan bahwa kemungkinan terjadinya keluhan seperti sesak napas bahkan sampai meninggal
JawaPos.com - Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa para ahli dapat mendeteksi tanda-tanda penyakit jantung dan serangan jantung dengan mendengarkan nada suara seseorang. Penelitian tersebut terungkap lewat sistem online yang dapat mengenali masalah jantung parah dengan mendengarkan rekaman suara mereka.
Para peneliti dari Mayo Clinic di AS telah menemukan bahwa perubahan kecil pada nada, frekuensi, dan nada suara seseorang dapat berarti bahwa komplikasi kardiovaskular akan segera terjadi. Mereka menemukan bahwa individu yang memiliki skor lebih tinggi dari tes suara, dua kali lebih mungkin mengalami serangan jantung dibandingkan dengan mereka yang memiliki hasil lebih rendah.
Selama penelitian, dilansir dari Diabetes.co.uk, Selasa (26/4), tim akademisi memeriksa suara 180 orang dewasa yang telah diperiksa untuk penyakit arteri koroner untuk menilai seberapa besar kemungkinan mereka mengalami komplikasi jantung. Sebagai bagian dari uji coba, setiap peserta merekam tiga catatan suara 30 detik di ponsel atau perangkat digital mereka.
Setiap rekaman kemudian diunggah ke algoritme, yang dirancang khusus untuk memeriksa lebih dari 80 komponen suara manusia, termasuk nada, irama, dan amplitudo. Setelah penilaian digital, skor diberikan kepada setiap peserta, memberi peringkat mereka sebagai risiko tinggi atau risiko rendah terkena penyakit kardiovaskular.
Setelah menganalisis kelompok selama dua tahun, para ilmuwan menemukan bahwa hampir 60 persen dari peserta yang diberi label berisiko tinggi dirawat di rumah sakit dengan nyeri dada atau serangan jantung. Sementara itu, hanya 30,6 persen peserta dengan skor rendah dirawat di rumah sakit dengan kondisi yang berhubungan dengan jantung.
Menurut temuan, peserta dengan skor tinggi dua kali lebih mungkin untuk mengalami komplikasi parah, dari penyakit arteri koroner dibandingkan dengan skor yang lebih rendah. Skor tinggi 30 persen lebih berisiko menumpuk lemak di arteri mereka dibandingkan dengan skor rendah.
Penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi bahwa merokok, diet tinggi lemak, diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi dapat memicu perkembangan penyakit arteri koroner.
"Namun kami tidak merekomendasikan bahwa teknologi analisis suara ini akan menggantikan peran dokter atau menggantikan metode pemberian perawatan kesehatan yang ada, tetapi kami pikir ada peluang besar bagi teknologi suara untuk bertindak sebagai tambahan untuk strategi pemeriksaan yang ada," tegas Penulis senior dr. Jaskanwal Sara
“Ini bisa menjadi sarana yang terukur bagi kami untuk meningkatkan manajemen pemeriksaan pasien," katanya.
Meski begitu, masih banyak penelitian yang perlu dilakukan tentang penggunaan analisis suara untuk menilai kesehatan jantung sebelum dapat digunakan secara klinis. Studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah hasilnya dapat direplikasi dalam bahasa dan aksen yang berbeda. Penelitian sebelumnya telah menggunakan pemantauan suara untuk mendeteksi kondisi kesehatan lainnya, seperti penyakit Alzheimer, Covid-19, Parkinson, dan gagal jantung.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
