Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 April 2022 | 03.31 WIB

Mual dan Diare, Kenali Gejala Intoleransi Laktosa serta Bahayanya

Ilustrasi seseorang mengalami perut mulas karena sakit diare. - Image

Ilustrasi seseorang mengalami perut mulas karena sakit diare.

JawaPos.com - Sering kali seseorang mengalami diare atau mual ketika mengosumsi susu. Ketika hal itu terjadi berulang, tak jarang masyarakat melabeli dirinya telah alergi terhadap susu. Padahal, sebab mual hingga diare muncul bisa jadi karena intoleransi laktosa.

Pada umumnya, laktosa memang terkandung dalam produk susu dan olahannya. Tubuh menggunakan enzim alami yang disebut laktase untuk mengubah laktosa pada produk susu dan olahannya, menjadi glukosa dan galaktosa. Nantinya akan diserap dan digunakan tubuh sebagai sumber energi.

Diungkapkan dr. Adam Prabata, pada penderita intoleransi laktosa, tubuhnya tidak menghasilkan enzim laktase dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, laktosa yang tidak tercerna. Ketika masuk ke usus besar lalu terfermentasi oleh bakteri akan menimbulkan keluhan seperti perut kembung, kram perut, mual, dan diare. Bahkan sering buang angin.

Sedangkan pada kasus alergi susu, selain gangguan pada pencernaan, gejala yang ditimbulkan bisa disertai dengan ruam kemerahan yang terasa gatal dan sesak napas. Alergi susu terjadi akibat reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap protein yang terdapat pada susu.

"Intoleransi laktosa bukan alergi susu. Keduanya memiliki gejala yang sama, namun kondisinya sama sekali berbeda," ujar dr. Adam baru-baru ini.

Bahaya Intoleransi Laktosa Berulang

Menurut dr. Adam, gejala intoleransi laktosa tergantung pada jumlah yang dikonsumsi. Semakin banyak yang dikonsumsi maka gejala yang dialami makin pun makin berlipat. Gejala intoleransi laktosa dapat terjadi dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah minum susu atau makan produk olahannya.

Dalam National Institute of Diabetes dan Digestive and Kidney Disease (2014), memaparkan, gejala intoleransi laktosa dalam olahan susu yang terus berulang, akan berdampak terhadap kecukupan nutrisi. Sebab karena susu dan produk olahannya mengandung nutrisi penting. Seperti kalsium, vitamin A, B12, dan vitamin D.

Untuk itu, penderita perlu mengubah pola makan mereka untuk menghindari gejala. Biasanya, untuk membantu meringankan gejala intoleransi laktosa, dokter dapat merekomendasikan suplemen enzim laktase yang dijual bebas.

Tapi, ada alternatif lainnya yakni memilih olahan susu yang bebas laktosa. Sehingga, penderota intoleransi laktosa tetap bisa menikmati produk susu dan olahannya. "Anda masih bisa mengonsumi produk susu bebas laktosa termasuk susu bebas laktosa, keju, dan yogurt," lanjutnya.

Terkait dengan susu olahan bebas laktosa, Farell Sutantio selaku Presiden Direktur Cimory menjelaskan, perubahan kecil dalam pola makan Anda dapat membantu mengatasi masalah tersebut. "Kebanyakan orang dewasa atau sekitar 68% dari populasi dunia, mengalami malabsorpsi laktosa. Dalam hal ini, produk terbaru Cimory menjadi hadir sebagai solusi dengan Susu UHT Cimory Bebas Laktosa untuk mendukung kecukupan nutrisi Anda yang tidak toleran laktosa," ungkap Farell.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore