Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Februari 2022 | 02.13 WIB

Tak Hanya Gatal, Dokter Ungkap Gejala Alergi dan Pengobatannya

Ilustrasi kulit gatal. - Image

Ilustrasi kulit gatal.

JawaPos.com - Umumnya saat seseorang alergi, mereka merasakan gejala gatal. Ternyata ada pula gejala lainnya yang menjadi alarm bagi tubuh.

Dalam webinar bersama PT LAPI LABORATORIES (LAPI) lewat ALERHIS, masyarakat diminta untuk menyadari gejala alergi yang dirasakan. Obat-obat alergi selama ini juga mudah dibeli bebas secara umum.

"Obat antialergi dengan kandungan Loratadine jadi solusi mengatasi gejala alergi, seperti bersin, penyakit kulit, bentol, biduran, kaligata, gatal, dan bengkak karena alergi. Selain itu, jika dibandingkan dengan jenis anti alergi lain seperti cetirizine, kandungan Loratedine juga tidak menyebabkan kantuk sehingga aman dikonsumsi pagi atau siang hari," kata Heskhel Wijaya dan Andy Setiady dari PT. LAPI LABORATORIES kepada wartawan, Rabu (16/2).

Apa itu alergi?

Medical Doctor dr. Shannia Tritama mengatakan, alergi merupakan suatu reaksi sistem imun tubuh yang terjadi di hampir semua manusia. Reaksi ini muncul berlebihan ketika dipicu dengan benda asing tertentu, misalnya bulu hewan, tanaman, jamur, makanan, dan obat.

Apa saja Gejalanya?

Gejala alergi dapat berbeda-beda pada setiap orang. Gejalanya dapat meliputi gejala ringan sampai berat.

Gejala ringan misalnya kulit kemerahan, gatal, bersin, hidung tersumbat, tenggorokan terasa gatal, dan mata berair. Gejala berat misalnya diare, mual muntah, sesak napas, sulit menelan, mengi, berdebar sampai hilang kesadaran.

"Namun, gejala alergi ini dapat diatasi dengan minum obat golongan antihistamine,” ungkap dr. Shannia Tritama.

Saat alergi terjadi tubuh akan mengeluarkan zat histamine. Histamine ini akan berikatan dengan reseptor dalam tubuh dan menyebabkan berbagai gejala alergi. Oleh karena itu, seorang yang mengalami alergi harus diberikan AntiHistamine. Contoh obat AntiHistamine adalah Loratadine dan Cetirizine.

Loratadine dan Cetirizine adalah obat antihistamine bekerja dengan cara mengatasi efek histamine pada reseptor tubuh yang spesifik. Loratadine termasuk obat golongan antagonis reseptor histamin H1 generasi kedua yang banyak digunakan untuk mengatasi alergi. Menurut penelitian, Loratadine dapat mencapai konsentrasi puncak dalam waktu 1-2 jam. Waktu paruhnya yaitu sekitar 10-20 jam, sehingga Loratadine dapat bertahan setidaknya 24 jam. Dengan demikian, dosis Loratadine cukup 1 kali sehari.

Sementara itu, Cetirizine tidak boleh digunakan untuk mengobati gatal-gatal yang memar atau melepuh karena alergi. Cetirizine juga mempunyai daya kerja yang pendek sehingga alergi dapat timbul lagi dengan cepat, tergantung dari daya tahan tubuh seseorang. Tidak hanya itu, Cetirizine juga mempunyai efek samping seperti.mengantuk berat, kelelahan berlebihan, mulut kering, bisa juga menyebabkan sakit perut.

"Karena perbedaan efektivitas tersebut, Loratadine biasanya menjadi pilihan yang lebih bijaksana untuk mengatasi gejala dari alergi," katanya.

Manfaat Loratadine

1. Mengatasi Bersin-Bersin

Rhinitis alergi adalah alergi yang ditandai dengan bersin-bersin, hidung tersumbat, mata berair dan biasanya disebabkan karena debu, pollen atau cuaca dingin. Menurut American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI) sekitar 10-30 persen populasi dunia memiliki rhinitis alergi. Rhinitis alergi lebih banyak dialami oleh laki-laki daripada wanita.

2. Mengatasi Gatal

Gatal pada kulit beberapa saat setelah makan makanan tertentu, terkena debu atau serangga merupakan salah satu gejala alergi. Gatal muncul disertai dengan bentol berbentuk seperti pulau-pulau yang semakin lama semakin besar. Alergi makanan biasanya terjadi sekitar 8 persen pada anak dibawah usia 5 tahun dan hingga 4 persen pada orang dewasa.

3. Mengatasi Bengkak Akibat Alergi

Bengkak akibat alergi dapat terjadi pada daerah tangan, kaki, area mata, bibir, lidah dan genital. Bengkak akibat alergi disebut sebagai angioedema. Bengkak akibat alergi dapat terjadi pada saluran pernapasan dan dapat mengancam nyawa.

4. Mengatasi Mata Gatal dan Berair

Mata terasa gatal dan berair terus menerus paling banyak disebabkan karena alergi. Pemicunya adalah bulu binatang, debu, jamur, make up atau tetes mata. Tubuh bereaksi terhadap paparan alergi tersebut dan menyebabkan pelepasan histamin. Selanjutnya, menyebabkan pelebaran pembuluh darah pada mata dan mata menjadi berair dan terasa gatal. Cara paling mudah agar tidak terjadi alergi adalah kenali alergen dan hindari paparannya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore