Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Februari 2022 | 05.18 WIB

WHO Sebut Ribuan Ton Limbah Medis Covid-19 Mengancam Kesehatan

Petugas memeriksa limbah medis di perkebunan kelapa sawit PTPN VIII Cikasungka, Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Baat. Jumat (5/2/2021). Limbah serupa juga sempat ditemukan di wilayah Tenjo berbatasan dengan Pemerintahan Tangerang pada Selasa (2/1) lalu - Image

Petugas memeriksa limbah medis di perkebunan kelapa sawit PTPN VIII Cikasungka, Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Baat. Jumat (5/2/2021). Limbah serupa juga sempat ditemukan di wilayah Tenjo berbatasan dengan Pemerintahan Tangerang pada Selasa (2/1) lalu

JawaPos.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa ribuan ton limbah medis yang terdiri dari bekas jarum suntik, alat uji, dan botol vaksin selama pandemi Covid-19 mengancam kesehatan manusia dan lingkungan.

Barang-barang bekas yang sebagian dapat menularkan virus korona itu berpotensi menimbulkan luka bakar, luka tertusuk jarum suntik, dan kuman penyakit terhadap para petugas kesehatan---menurut laporan WHO yang dirilis pada Selasa (1/2).

WHO juga memperingatkan masyarakat yang dekat dengan tempat pembuangan sampah yang dikelola dengan buruk juga dapat terpengaruh melalui udara yang terkontaminasi dari pembakaran sampah, kualitas air yang buruk, atau hama pembawa penyakit.

Laporan tersebut menyerukan reformasi dan investasi termasuk melalui pengurangan penggunaan kemasan yang menyebabkan tumpukan plastik dan bahan yang dapat didaur ulang.

Diperkirakan sekitar 87.000 ton alat pelindung diri (APD), atau setara dengan berat beberapa ratus paus biru, telah dipesan melalui portal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hingga November 2021. Sebagian besar APD diperkirakan berakhir sebagai limbah.

Laporan itu juga menyebutkan sekitar 140 juta alat uji berpotensi menghasilkan 2.600 ton sebagian besar sampah plastik dan limbah kimia yang cukup untuk mengisi sepertiga kolam renang Olimpiade.

Selain itu, diperkirakan bahwa sekitar 8 miliar dosis vaksin yang disalurkan secara global telah menghasilkan tambahan 144.000 ton limbah dalam bentuk botol kaca, jarum suntik, jarum, dan kotak pengaman.

Laporan WHO tidak menyebutkan contoh spesifik di mana penumpukan limbah paling mengerikan terjadi, tetapi merujuk pada tantangan seperti pengolahan dan pembuangan limbah resmi yang terbatas di pedesaan India serta sejumlah besar lumpur tinja dari fasilitas karantina di Madagaskar.

’’Bahkan sebelum pandemi, sekitar sepertiga fasilitas kesehatan tidak dilengkapi untuk menangani beban limbah yang ada,’’ kata WHO. (Reuters/Antara)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore