Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Januari 2022 | 04.50 WIB

Nyeri Panggul Hingga Perut Kembung Jadi Gejala Awal Kanker Ovarium

Ilustrasi perempuan mengalami nyeri karena ada masalah pada ovarium. - Image

Ilustrasi perempuan mengalami nyeri karena ada masalah pada ovarium.

JawaPos.com - Selain kanker payudara dan serviks, kanker lain yang juga menyerang kaum hawa adalah ovarium. Kanker ovarium merupakan salah satu silent killer bagi kaum perempuan karena penyakit tersebut tidak menunjukkan gejala apapun di stadium awal.

Dalam diskusi bersama AstraZeneca Indonesia bekerjasama dengan Cancer Information and Support Center (CISC) dan Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI), Ketua HOGI Dr. dr. Brahmana Askandar, SpOG(K), K-Onk mengatakan hanya 20 persen dari kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium awal. Jika ditemukan lebih dini, 94 persen pasien dapat hidup lebih dari 5 tahun setelah didiagnosis

"Untuk itu, penting bagi perempuan di Indonesia untuk mengetahui faktor risiko dan gejala kanker tersebut. Tak hanya itu, saya juga mengimbau para pasien yang telah terdiagnosis dengan kanker ovarium untuk tetap mengontrol kondisi mereka dengan menemui dokter secara rutin dan menemukan terapi yang tepat untuk menghadapi penyakit tersebut agar kualitas hidup mereka semakin baik," tuturnya secara daring, Kamis (13/1).

Dalam 'Kampanye 10 Jari' bersama Shahnaz Haque sebagai Duta Peduli Kanker Ovarium disebutkan sejumlah gejala dan faktor risiko kanker ovarium. Perut kembung dan nyeri panggul bisa menjadi gejala awal.

Faktor risikonya adalah memiliki riwayat kista endometrium, memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium dan/atau kanker payudara, mutasi genetik (misalnya BRCA), paritas rendah, gaya hidup yang buruk, hingga pertambahan usia. Sedangkan empat gejala kanker ovarium adalah perut kembung, nafsu makan berkurang, sering buang air kecil, dan nyeri panggul atau perut.

Ketua Umum Cancer Information and Support Center (CISC) Aryanthi Baramuli Putri, menjelaskan setelah pasien didiagnosis menderita kanker ovarium, sangat penting bagi mereka untuk berkonsultasi dengan ahli medis dan menjalani terapi yang tepat. Pembedahan dan kemoterapi saat ini merupakan pengobatan umum untuk kanker ovarium.

"Pada kanker ovarium stadium awal, di mana penyakit masih terbatas pada ovarium, terapi-terapi tersebut memiliki peluang keberhasilan yang tinggi. Pasien kanker juga membutuhkan dukungan emosional dan mental dari orang-orang di sekitar mereka. Semoga ada lebih banyak lagi perempuan yang melakukan deteksi dini dan mengetahui faktor risiko kanker ovarium," tutur Aryanthi.

Cerita Shahnaz Haque

Selebriti Shahnaz Haque menggambarkan perjalanannya sebagai survivor kanker ovarium dan berbicara tentang motivasinya untuk menjadi Duta Peduli Kanker Ovarium. Sebagai penyintas kanker ovarium, ia menekankan pentingnya mengidentifikasi gejala awal kanker.

"Maka dari itu, saya sangat bersemangat dalam membagikan pengalaman saya pada masyarakat. Fokus saya saat ini ingin memperkenalkan enam faktor risiko dan empat gejala kanker ovarium, dan menginformasikan berbagai langkah-langkah yang tepat untuk dilakukan pasien yang terdiagnosis," jelasnya

"Selain itu, saya juga mengimbau agar keluarga maupun masyarakat turut memberikan dukungan pada pasien secara berkelanjutan untuk melawan kanker ovarium dan bergabung dengan komunitas untuk menemukan pengobatan yang tepat,” kata Shahnaz.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore