Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Desember 2023 | 14.35 WIB

Telah Lama Jadi Subjek Penelitian Psikiatris, Adakah Hubungan antara Kepemilikan Kucing dengan Risiko Skizofrenia?

memelihara kucing menyebabkan skizofrenia?./neurosciencenews.com - Image

memelihara kucing menyebabkan skizofrenia?./neurosciencenews.com

JawaPos.com - Kepemilikan hewan peliharaan diketahui memang bermanfaat bagi kesehatan manusia, namun tak jarang juga hal tersebut menimbulkan beberapa masalah penyakit.

Bukan hanya penyakit fisik, terkadang hubungan lucu antara pecinta hewan ekstrem terhadap hewan peliharaannya diketahui dapat menimbulkan masalah kesehatan mental.

Seperti yang ramai beredar baru-baru ini, dilansir dari petfoodindustry.com, peneliti menemukan adanya korelasi antara kepemilikan kucing dengan kasus penyakit mental serius skizofrenia.

“Temuan kami mendukung hubungan antara paparan kucing dan peningkatan risiko gangguan terkait skizofrenia secara luas,” tulis peneliti dari Universitas Queensland, Australia.

Menurut National Institute of Health, skizofrenia adalah penyakit mental serius yang melibatkan berbagai gejala, termasuk delusi, halusinasi, dan perilaku motorik abnormal.

Para peneliti menemukan data bahwa individu yang terpapar kucing memiliki kemungkinan dua kali lipat terkena skizofrenia dibandingkan dengan orang yang tidak menghabiskan waktu di dekat kucing.

Meski begitu, temuan mereka masih belum meyakinkan, karena banyak penelitian mereka yang berkualitas buruk. Sehingga para peneliti menyerukan peningkatan studi mengenai masalah ini untuk mengeksplorasi hubungan antara keduanya.

Artikel tahun 1995 yang juga diterbitkan di Buletin Skizofrenia, menyatakan bahwa penyakit ini mungkin bersifat zoonosis, atau ditularkan dari hewan ke manusia.

Hipotesis ini menunjukkan bahwa paparan dari gigitan, cakaran, jilatan kucing yang terinfeksi mungkin dapat menularkan parasit ke manusia. Namun hubungan ini juga belum cukup kuat.

Meski belum terbukti secara kuat, data mencatat bahwa tingkat skizofrenia meningkat seiring dengan kepemilikan kucing rumahan selama dua abad terakhir.

Para peneliti mengatakan bahwa gangguan kesehatan mental lebih sering terjadi pada orang yang memelihara kucing sebagai hewan peliharaan di dalam ruangan dibandingkan dengan kelompok yang membatasi kucing domestik di luar ruangan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore