
Laura Anna (INSTAGRAM EDELENYI LAURA)
JawaPos.com - Selebgram Laura Anna meninggal dunia setelah berjuang akibat penyakit Spinal Cord Injury pasca kecelakaan. Apa sebetulnya Spinal Cord Injury?
Konsultan Bedah Saraf Tulang Belakang RSU Bunda Jakarta yang juga Ketua Umum PERSPEBSI Cabang Jakarta Dr dr Wawan Mulyawan, SpBS(K) mengatakan, Spinal Cord Injury merupakan cedera pada tulang belakang baik langsung (kecelakaan ataupun jatuh) maupun tidak langsung (infeksi bakteri atau virus) yang dapat menyebabkan kecacatan menetap atau kematian (definisi dari Perhimpunan PERDOSSI, 2006). Penelitian Price pada 2003, menyatakan bahwa cedera tulang belakang dapat mengakibatkan terjadinya paralisis, paraplegia, depresi refleks neurologis, edema dan hipoksia jaringan.
"Namun definisi spinal cord injury yang saya pakai adalah cedera pada saraf tulang belakang terutama sumsum tulang belakang akibat kecelakaan lalu lintas, benturan, tusukan atau tembakan yang mengenai saraf tulang belakang," kata dr. Wawan kepada JawaPos.com, Kamis (16/12).
Penyebab Spinal Cord Injury
Penyebab kondisi ini bisa bermacam-macam. Di antaranya kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian, jatuh karena terpeleset di lantai licin atau kamar mandi pada usia lanjut terutama perempuan menopause, luka tusuk, luka tembak.
Menurut dr. Wawan, seseorang dengan kondisi ini memang akan mengalami kelumpuhan permanen atau cacat. Namun jika cedera tidak permanen, masih ada harapan.
"Ya, jika yang terjadi adalah cedera sumsum tulang belakang yang komplit (complete) atau lengkap, cacat atau kelumpuhannya akan permanen. Namun jika cedera tidak permanen, dalam arti hanya sebagian saraf sensorik, motorik atau otonom yang rusak alias tidak lengkap, masih memungkinkan beberapa perbaikan fungsional dari waktu ke waktu," katanya.
Biasanya tindakan operasi atau obat kortikosteroid yang terlambat dalam hitungan jam atau hari dapat menyebabkan cedera yang incomplete atau tidak lengkap menjadi permanen. "Karena itu dalam penanganan cedera saraf tulang belakang ada istilah time is essential," tegasnya.
Tatalaksana dan Pengobatan
Menurut dr. Wawan, kebanyakan orang dengan cedera tulang belakang memerlukan beberapa bentuk rehabilitasi fisik, atau terapi, baik dengan rawat inap (selama dirawat di rumah sakit) atau rawat jalan (setelah dirawat di rumah sakit).
Alat prostesis (pengganti tangan atau kaki buatan) cukup andal untuk membantu aktifitas pasien mengatasi cedera saraf tulang belakang. Sebuah prostesis saraf dapat menggantikan fungsi yang hilang seperti prostesis lengan atau kaki.
Cara Mencegahnya
Risiko terkena cedera saraf tulang belakang dapat dikurangi dengan :
Mengemudi mengenakan sabuk pengaman.
Menghindari bahaya jatuh seperti tangga atau lantai kamar mandi yang licin
Mengenakan alat pelindung selama olahraga, jika dibutuhkan
Tidak melakukan aktifitas fisik atau olahraga ekstrim seperti mendaki tebing, bersepeda gunung dan lain-lain pada orang usia lanjut, terutama wanita menopause.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
