Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Oktober 2021 | 23.02 WIB

Saat Krisis Oksigen Terjadi, Terapi Inhalasi Bisa jadi Solusi

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Pelayanan kesehatan di Indonesia sempat dibuat repot saat terjadi kelangkaan oksigen. Kasus ini terjadi ketika Covid-19 sedang tinggi-tingginya pada periode Juni-Juli lalu. Di tengah ancaman krisis oksigen yang bisa kembali terulang, terapi inhalasi bisa menjadi solusi.

Informasi tersebut disampaikan Ketua Perhimpunan Dokger Digital Terintegrasi Indonesia (Perdigti) Agus Ujianto. Dia menuturkan pemberian oksigen bukan merupakan terapi utama dalam penanganan penyakit pernapasan. Termasuk pada kasus pasien dengan Covid-19.

Agus mengatakan oksigen diberikan kepada pasien yang mengalami gagal napas. Untuk itu, dia mengatakan sebelum sampai jatuh pada kondisi gagal napas dan membutuhkan oksigen, masyarakat harus memperkuat promotive dan preventif. Salah satu upaya pencegahan supaya kasus penyakit pernapasan tidak semakin parah adalah melalui terapi inhalasi.

"Preventif atau pencegahan ini penting,"’ katanya Sabtu (16/10).

Pencegahan itu penting sebelum seseorang jatuh dalam kondisi terlambat bahkan mengamali morbiditas atau mortalitas. Untuk itu Agus mengatakan inovasi terapi inhalasi melalui berbagai alat, termasuk modifikasi purifier harus diapresiasi.

Dengan adanya terapi inhalasi tersebut, ketika terjadi kelangkaan oksigen dokter bisa melakukan pengelompokan pasien. Yaitu mana pasien yang membutuhkan oksigen murni. Kemudian kelompok pasien mana cukup diberikan terapi nebulasi dengan bantuan udara bersih dicampur sejumlah obat yang direkomendasikan.

Agus mengatakan keuntungan utama dari terapi inhalasi adalah obat yang diberikan secara langsung bisa menuju lumen internal saluran pernafasan.

"Kemudian obat tersebut menuju target kerjanya di dalam paru-paru," tutur Agus yang juga dokter spesialis bedah.

Melalui terapi inhalasi, onset kerja obat bakal lebih cepat. Kemudian dosis obat yang diberikan lebih kecil. Dengan kata lain dosis sistemik sebagian besar obat yang diberikan secara inhalasi lebih rendah dibandingkan obat oral maupun intravena. Sehingga efek samping sistemiknya juga lebih rendah.

Agus mengatakan pemberian oksigen kepada pasien, sama halnya pemberian obat. Sebab sama-sama mempunya indikasi. Terapi oksigen merupakan pemberian oksigen dengan konsentrasi yang lebih besar dibandingkan udara sekitar. Tujuannya untuk memperbaiki atau mencegah kekurangan oksigen dalam sel. Dia mengingatkan pemberian oksigen kepada pasien yang tidak sesuai dengan indikasi, bisa berdampak buruk.

Dia mengatakan untuk membuat oksigen medis, ada sejumlah cara. Seperti cara destilasi dan adsorbsi. Teknik destilasi umumnya dipakai pabrikasi atau produksi massal. Sedangkan teknik adsorbsi digunakan pada produksi oksigen medis skala lebih kecil. Sedangkan teknologi purifikasi oksigen bukan untuk membuat oksigen medis. Sebaliknya hanya mendorong udara bersih dan hanya mengandung oksigen alam sekitar 20 persen.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore