
Terlalu banyak mengosumsi makanan olahan bisa membuat obesitas. (Impella)
JawaPos.com - Kegemukan menjadi salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke. Kegemukan atau obesitas bisa memicu penyakit lain juga seperti diabetes hingga darah tinggi.
Dalam keterangan resmi Zumba®, Rabu (29/9) obesitas disebutkan menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskuler, khususnya central obesitas. Sentral obesitas adalah penumpukan lemak di perut.
Menurut Dr. dr. Nahar Taufiq, SpJP (K), dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, obesitas bisa diketahui dengan mengukur lingkar perut atau indeks massa tubuh (IMT) ketika mencapai angka lebih dari 25. Maka mulai sekarang ukurlah lingkar perut Anda.
"Ketika seseorang mengalami obesitas, risiko sejumlah penyakit pun meningkat karena penumpukan lemak yang berlebih pada tubuh dapat mempengaruhi organ dalam menjalankan fungsinya," kata dr. Nahar.
Data dari American Psychological Association mengatakan 42 persen dari orang dewasa di Amerika Serikat mengalami kenaikan berat badan signifikan selama masa pandemi yang disebabkan karena stres berkepanjangan dan pola hidup yang tidak sehat. Hal ini tidak jauh berbeda dengan yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
’’Obesitas membuat Anda lebih cenderung memiliki tekanan darah tinggi, kadar kolesterol, resistensi insulin serta penyempitan dan penyumbatan arteri," kata dr. Nahar.
Oleh karena itu, lanjutnya, orang obesitas memiliki kemungkinan antara 1,5 hingga 2,5 kali lebih besar untuk meninggal karena serangan jantung daripada orang dengan IMT normal. Maka penting untuk menjaga berat badan yang ideal dan rutin melakukan olahraga untuk mencegah penyakit jantung.
The American Heart Association merekomendasikan untuk melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik sepanjang minggu untuk menjaga kesehatan kardiovaskuler yang baik. Tentunya untuk memulai olahraga diperlukan pemanasan dan jangan memforsir terlalu keras di awal. "Diskusikan juga dengan dokter untuk mendapat rekomendasi kapasitas fungsional jantung yang sesuai kebutuhan tubuh," katanya. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022