
STIMULASI: Saat main hujan, aroma tanah basah dan suara rintik hujan meningkatkan pengalaman sensorik anak.
Kebanyakan anak-anak suka main air. Termasuk mandi air hujan. Moms memperbolehkan atau melarangnya?
---
KHAWATIR si kecil sakit, kedinginan, terpeleset, dan banyak kekhawatiran lainnya di benak para ibu yang melarang anaknya main hujan. ”Bermain hujan pada dasarnya aman, tetapi disarankan untuk anak usia 2 tahun ke atas,” kata dr Zenia Angelina SpA MBiomed.
Dengan catatan, lanjutnya, anak dalam kondisi yang fit. Sebab, saat musim hujan, cuaca lebih dingin sehingga dapat menurunkan suhu tubuh anak. Kekebalan tubuh si kecil rentan ikut menurun.
”Tingkat kelembapan yang tinggi juga berisiko mengakibatkan anak rentan batuk pilek (bapil). Kalau sebelumnya sakit, bapilnya menjadi lebih berat,” ujar dokter spesialis anak di RS Mitra Keluarga Pondok Tjandra dan Caterpillar Children Clinic Surabaya tersebut.
Dia menyarankan agar ortu membatasi durasi bermain hujan. Sebaiknya tidak lebih dari satu jam. Ortu juga perlu menghentikan aktivitas main hujan jika kondisi cuaca berubah ekstrem seperti hujan deras atau badai.
”Ortu harus memperhatikan keselamatan anak selama hujan-hujanan. Supaya saat dirasa tidak bisa diteruskan lagi mainnya, bisa segera mengajak anak masuk rumah,” tuturnya.
Dokter Zenia mengungkapkan, tubuh banyak kehilangan panas karena main hujan. Karena itu, selesai main hujan, anak perlu mandi air hangat.
Makan dan minum hangat juga bisa jadi salah satu upaya untuk mengembalikan panas tubuh. ”Karena dikhawatirkan anak hipotermia atau kedinginan,” ungkapnya.
Selain itu, yang perlu diwaspadai adalah penyakit diare. Tanah yang becek dan genangan air memungkinkan menjadi tempat persebaran kuman.
Pastikan anak segera mandi air hangat sekaligus mencuci tangan dengan sabun untuk mengusir kuman dan bakteri yang mungkin hinggap di tubuh.
Di sisi lain, main hujan memiliki dampak positif bagi anak. Saat main hujan, anak akan terstimulasi sensorik dan motoriknya.
”Bau tanah basah, melihat tanaman yang basah, dan suara rintik hujan akan meningkatkan pengalaman sensorik anak,” paparnya.
Bukan hanya itu, jalanan yang licin dan becek juga akan membantu anak melatih keseimbangan tubuh. Termasuk kekuatan otot dan kelincahannya menjaga badan tidak terjatuh.
”Hal itu merupakan salah satu stimulasi motorik untuk membantu kemampuan fisik, koordinasi, dan motorik kasar pada anak,” tandas dr Zenia. (lai/c14/nor)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
