Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Desember 2023 | 15.50 WIB

Waspada, 8 Risiko Kesehatan Akibat Tubuh Terlalu Kurus

Risiko kesehatan pada orang kurus. (sumber: pexels/Darina Belonogova)


JawaPos.com - Jika seseorang memiliki berat badan di bawah normal, dimana tubuhnya tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk membentuk tulang, kulit, dan rambut yang sehat, maka gejala kesehatan yang dapat ditimbulkan mencakup osteoporosis, anemia, kelelahan, dan lainnya.

Meskipun beberapa orang mungkin memiliki latar belakang genetik atau penyakit medis yang membatasi mereka menambah berat badan, namun ada intervensi yang dapat dilakukan untuk memiliki beraat badan ideal.

Dilansir dari MedicalNewsToday, Minggu (03/12), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan penggunaan Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk menghitung apakah seseorang berada di bawah berat badan, memiliki berat badan sehat, atau kelebihan berat badan.

Penggunaan IMT dianggap sebagai metode yang baik untuk berat badan seseorang karena membandingkan berat badan mereka dengan tinggi badan.

Sebagai contoh, seseorang yang berbobot 170 pound mungkin tidak dianggap kelebihan berat badan jika tingginya sangat tinggi, tetapi mungkin dianggap kelebihan berat badan jika tingginya sangat pendek.

Risiko kekurangan berat badan atau kurus

Memiliki berat badan kurang dapat menyebabkan masalah kesehatan, sama halnnya seperti berat badan berlebihan / obesitas.

Tidak semua orang yang kurus mengalami efek samping atau gejala negatif dari kondisi tersebut. Namun, sebagian orang mengalami gejala berikut yang terkait dengan memiliki berat badan rendah:

Penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan IMT rendah memiliki densitas tulang yang rendah, sehingga terjadi peningkatan risiko osteoporosis.

Selain itu, kurangnya asupan makanan akan berpengaruh pada kurangnya asupan kalsium, vitamin D, dan nutrisi penting lainnya, sehingga tulang menjadi mudah rapuh.

Nutrisi khususnya kalsium dan vitamin D, sangat penting bagi kesehatan tulang.

2. Masalah kulit, rambut, dan gigi

Kekurangan nutrisi dalam pola makan dapat menyebabkan masalah kulit seperti kulit kering, kulit yang menipis, dan kulit yang mudah terluka.

Rambut yang rontok juga dapat terjadi akibat kekurangan nutrisi, terutama protein. Selain itu, juga dapat mempengaruhi kesehatan gigi, seperti kerusakan email gigi dan peningkatan risiko karies gigi.

3. Sering sakit

Kekurangan nutrisi dalam pola makan dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.

Kekurangan nutrisi juga dapat mempengaruhi kesehatan organ tubuh lainnya, seperti jantung, ginjal, dan hati.

4. Merasa lelah sepanjang waktu

Orang yang kurus dapat merasa lelah sepanjang waktu karena beberapa alasan diantaranya, sering mengonsumsi junk food, asupan cairan yang tidak terpenuhi, jarang berolahraga, dan terlalu stress.

Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik.

Orang yang kurus atau dengan berat badan kurang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan asupan gizi, termasuk kekurangan zat besi yang dapat menyebabkan anemia.

6. Haid tidak teratur

Gangguan siklus menstruasi pada wanita yang memiliki berat badan rendah dipengaruhi oleh kurangnya kalori, olahraga berlebih, hingga masalah kesehatan lainnya.

Kondisi tertentu akhirnya membuat kadar hormon berubah dan mengganggu ovulasi. Untuk mengatasinya, kamu bisa meningkatkan berat badan dan mengurangi stress.

7. Kelahiran prematur

Kekurangan berat badan dapat menjadi salah satu pemicu kelahiran prematur.

Kelahiran prematur adalah kondisi bayi lahir sebelum minggu ke-37 atau lebih awal dari hari perkiraan lahir.

8. Pertumbuhan lambat atau terganggu

Orang yang kurus dapat mengalami pertumbuhan yang lambat karena beberapa alasan seperti, kekurangan nutrisi, kekurangan hormon pertumbuhan, kondisi medis tertentu, dan kondisi psikologis.

Terdapat berbagai alasan mengapa seseorang memiliki berat badan kurang. Faktor-faktor penyebabnya meliputi:

- Sejarah keluarga atau keturunan genetik
- Metabolisme yang tinggi
- Aktivitas fisik yang intens
- Penyakit fisik atau kronis
- Penyakit kejiwaan atau mental

Cara mengatasi

Terdapat beberapa metode sehat untuk menambah berat badan yang dapat dicoba.

Beberapa komponen kunci dari diet untuk menambah berat badan mencakup:

- Menambahkan makanan ringan
- Makan beberapa porsi kecil sehari
- Memasukkan makanan tambahan
- Menghindari kalori kosong

Selain cara-cara di atas, Anda juga bisa menggunakan alternatif lain berupa mengonsumsi obat penambah nafsu makan dari apotik atau melalui peresepan dari dokter.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore