Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 November 2023 | 22.40 WIB

Jangan Asal Garuk! Berikut Solusi Kulit Gatal Menurut Pakar Dermatologi

Ilustrasi menggaruk kulit gatal (flickr/niaid). - Image

Ilustrasi menggaruk kulit gatal (flickr/niaid).

JawaPos.com - Kulit yang gatal terkadang terasa sangat mengganggu hingga membuat kita tidak bisa menahan untuk menggaruknya.

Dilansir dari Antara pada Rabu (22/11), ahli dermatologi dan venereologi dr. Amelia Setiawati Soebyanto, Sp.DV, memberikan rekomendasi untuk mengompres air dingin atas kulit yang gatal ketimbang menggaruknya.

"Kita bisa kompres atau masukkan air dingin ke botol kaca kemudian digulung-gulungkan (ke kulit yang gatal). Itu akan mengurangi gatal karena gatal akan tercampur sama rasa dingin," ujar Amelia di Jakarta, Rabu (22/11).

Kemudian, mengenai opini populer sebagian orang yang menyatakan bahwa mandi air panas bisa mengatasi gatal, cara itu justru akan menambah rasa gatal, kata Amelia.

"Banyak yang bilang mandi air panas, langsung hilang gatalnya. Ya, bisa juga. Tapi, setelah itu lecet kulitnya. Setelahnya rasanya lebih gatal karena kulitnya lecet," tuturnya.

Kulit gatal dapat berupa sensasi tidak nyaman pada kulit, dan polusi dikatakan salah satu penyebab utama dalam mengakibatkan kulit gatal.

Polusi memungkinkan untuk masuk ke kulit melalui penumpukan partikel polusi di permukaan kulit dan diserap oleh folikel rambut dan kelenjar keringat.

Beberapa polusi di antaranya akan bersirkulasi dalam plasma yang kemudian dapat masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam.

Polusi yang masuk tersebut kemudian menghasilkan radikal bebas yang akan menurunkan kemampuan antioksidan kulit baik secara enzimatik maupun non-enzimatik (vitamin E, vitamin C dan glutation).

Lapisan luar kulit yang rusak tersebut dapat menyebabkan hilangnya air dalam jumlah banyak pada kulit.

Akibatnya, kulit akan menjadi lebih kering, rentan mengalami peradangan, dan menimbulkan keluhan gatal.

Menurut Amelia, gatal menjadi keluhan kulit terbanyak pada praktik dokter spesialis kulit dan kelamin. Hal tersebut juga berkaitan dengan kondisi cuaca dan polusi ekstrim seperti yang terjadi belakangan ini.

"Hal ini karena polusi secara langsung dapat merusak fungsi lapisan kulit yang berpengaruh terhadap kekambuhan beberapa penyakit kulit yang sudah ada sebelumnya, seperti eksim atopik," kata Amelia.

Eksim atopik adalah kelainan kulit di mana terdapat gangguan pada lapisan kulit yang diperparah dengan sensitivitas respon imun yang lebih tinggi terhadap bahan iritan.

Faktor yang dapat memperberat gejala eksim atopik yaitu adanya perubahan suhu dan kelembaban.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore