
Petugas menunjukkan sampel nyamuk Aedes aegypti yang sudah disuntik bakteri Wolbachia pada peluncuran kampanye pemanfaatan metode Wolbachia untuk mengendalikan DBD di Kota Denpasar, Provinsi Bali.
JawaPos.com - Keberadaan bakteri Wolbachia pada nyamuk Aedes Aegypti belakang sedang ramai karena akan diujicobakan kembali di beberapa wilayah besar di Indonesia. Penerapan Teknologi Wolbachia ini sempat mengalami penundaan karena ketakutan masyarakat terhadap efek yang dapat di timbulkan oleh nyamuk ber-wolbachia tersebut.
Stigma masyarakat terhadap nyamuk Aedes Aegypti yang dapat menyebabkan DBD sepertinya memang menjadi faktor utama ketidaklancaran penerapan inovasi Wolbachia ini. Padahal yang terjadi malah sebaliknya, bakteri Wolbachia yang ada di tubuh Aedes Aegypti ini berfungsi untuk mengangkat virus DBD saat nyamuk mulai menggigit pasien DBD.
Oleh karena itu, perlu di sosialisasikan kembali terkait dengan ketidakbenaran hal tersebut, agar keragu-raguan masyarakat dapat hilang dan agar nantinya masyarakat dapat berkomitmen untuk bersama-sama menyukseskan uji coba tersebut.
Dikutip JawaPos.com dari National Environment Agency, terdapat 4 fakta sebenarnya dari bakteri Wolbachia yang belum banyak diketahui oleh khalayak.
1. Wolbachia tidak membahayakan manusia atau hewan
Sebelum teknologi Wolbachia ini ada bahkan manusia dan hewan sebenarnya sering terpapar bakteri Wolbachia ini. Misalnya ketika seseorang bersentuhan dengan serangga, memakan serangga, atau memakan makanan seperti buah-buahan yang terkena serangga.
Tanpa sadar, bisa saja seseorang tertelan bakteri Wolbachia ini ketika memakan serangga ataupun buah-buahan yang terkontaminasi serangga didalamnya.
Meski demikian, tidak ada laporan mengenai Wolbachia yang menyebabkan kerusakan atau kesakitan pada manusia atau hewan.
Dikutip JawaPos.com dari ugm.ac.id, Peneliti Utama Eliminate Dengue Projet (EDP), Eggi Arguni, Ph.D. juga mengatakan bahwa Wolbachia aman bagi manusia dan lingkungan. Selama ini manusia seringkali berinteraksi dengan serangga ber-wolbachia seperti kutu beras, kupu-kupu, laba-laba, dan lalat buah.
2. Wolbachia tidak dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk
Coba perhatikan beberapa daerah yang sudah mulai menerapkan teknologi Wolbachia, manusia dan hewan terus menerus terpapar gigitan nyamuk betina yang secara alami membawa Wolbachia, namun belum ada laporan penularan Wolbachia melalui gigitan.
Sebuah penelitian menemukan bahwa sukarelawan yang terpapar gigitan nyamuk betina ber-Wolbachia Aedes aegypti (Wolbachia-Aedes) tidak menunjukkan respons imun terhadap Wolbachia.
Dikutip JawaPos.com dari Antara, peneliti riset nyamuk ber-Wolbachia dari Universitas Gadjah Mada Dr Riris Andono Ahmad, BMedSc, MPH, PhD mengungkapkan bahwa bakteri Wolbachia dalam nyamuk ini tak dapat berpindah atau ditularkan ke serangga lain, hewan maupun manusia.
"Misalnya ludah, ludah bukan sel jadi dia (bakteri) tidak akan bisa ada di ludah nyamuk. Ada mungkin di sel kelenjar ludahnya tetapi bakteri tidak bisa keluar dari sel sehingga ketika nyamuk menggigit manusia dia tidak bisa ditularkan ke manusia atau tempat lain," jelas Riris yang mengatakan penularan bakteri Wolbachia melalui perkawinan nyamuk.
Bukannya menularkan bakteri Wolbachia melalui gigitan nyamuk, justru nyamuk ber-Wolbachia yang menggigit manusia itu berdampak baik. Jika nyamuk tersebut menggigit pengidap virus demam berdarah, maka virus yang dihisap nyamuk akan mati bersama dengan bakteri wolbachia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
