Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 November 2023 | 23.10 WIB

Vaksin Cacar Monyet Sangat Terbatas dan Mahal, Kemenkes Imbau Masyarakat Sadar Diri Lakukan Pencegahan Ini

Petugas kesehatan menyosialisasikan penyakit cacar monyet kepada masyarakat di Puskesmas Kedaung, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (1/11)..Antara/Sulthony Hasanuddin - Image

Petugas kesehatan menyosialisasikan penyakit cacar monyet kepada masyarakat di Puskesmas Kedaung, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (1/11)..Antara/Sulthony Hasanuddin

JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan bahwa vaksin untuk cacar monyet atau mpox sangat terbatas dan mahal.

Maka dari itu, Kemenkes meminta masyarakat sadar diri untuk melakukan pencegahan, salah satunya adalah dengan tidak melakukan hubungan seks berisiko.

"Karena saat ini vaksin sangat terbatas dan cukup mahal, cara terbaik adalah menghindari praktik seks berisiko apalagi kalau mengetahui pasangan seks kita memiliki gejala mpox, jangan melakukan hubungan seks dan segera isolasi," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, Senin (13/11) seperti dikutip dari Antara.

Siti menjelaskan yang dimaksud kelompok berisiko tersebut adalah orang yang suka berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seks dan juga pasangan seks sesama jenis.

Namun umumnya, kasus cacar monyet menjangkit orang yang melakukan hubungan seks sesama jenis.

Dia menambahkan apabila masyarakat melihat atau merasakan gejala mpox dapat segera melakukan isolasi. Selain itu, orang yang memiliki risiko harus segera mendapatkan vaksinasi.

"Kalau kita ada gejala mpox segera lapor ke fasilitas kesehatan dan lakukan isolasi. Untuk yang beresiko perlu segera mendapatkan vaksinasi," kata dia.

Siti juga memperingatkan bahwa cacar monyet bisa menyebar ke provinsi lain karena penyakit ini tergolong penyakit menular.

Namun, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir karena penularan mpox sangat lambat, sehingga tidak sampai menjadi pandemi seperti COVID-19.

"Penyakit ini penularan sangat lambat kalau dibandingkan dengan COVID-19 karena penularan melalui kontak baik kontak langsung maupun kontak tidak langsung," ujarnya.

Sementara itu, Kemenkes mencatat hingga Jumat (10/11), kasus mpox di Indonesia bertambah menjadi 42 kasus yang tersebar di Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Laporan Kemenkes tersebut menunjukkan kasus konfirmasi mpox umumnya dialami kelompok masyarakat berorientasi seksual sesama jenis dari kaum laki-laki dengan kondisi penyerta HIV dan sifilis.

Gejala cacar monyet biasanya diawali nyeri pada kepala, dan diikuti demam lebih dari 38 derajat celcius serta nyeri tenggorokan.

Selain itu, penderita mengalami pembesaran kelenjar getah bening, diikuti munculnya ruam setelah satu atau tiga hari.

Bentuk ruam berupa ruam merah yang jumlahnya sedikit, namun tersebar secara regional, misalnya di area lengan, kemudian ada di area genital, tungkai dan lainnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore