Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Mei 2021 | 23.28 WIB

Penjelasan Ahli Terkait Faktor Keberhasilan Terapi Plasma Konvalesen

DEMI KEMANUSIAAN: Penyintas Covid-19 mendonorkan plasma konvalesen di PMI Jakarta (19/1). Pemerintah telah mencanangkan gerakan donasi plasma konvalesen untuk membantu pasien sembuh dari Covid-19. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS) - Image

DEMI KEMANUSIAAN: Penyintas Covid-19 mendonorkan plasma konvalesen di PMI Jakarta (19/1). Pemerintah telah mencanangkan gerakan donasi plasma konvalesen untuk membantu pasien sembuh dari Covid-19. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

JawaPos.com - Berbagai pengobatan pasien Covid-19 dilakukan dengan berbagai cara, karena belum ada obat pasti yang disetujui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Salah satu metode pengobatan yang efektif adalah dengan terapi dari donor darah plasma konvalesen. Apakah donor darah plasma konvalesen? Bisakah setiap penyintas Covid-19 menjadi peserta donor darah plasma konvalesen?

Dalam webinar internasional tentang Terapi Plasma Konvalesen (TPK) oleh diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha dan didukung oleh PT Itama Ranoraya Tbk dan Terumo Indonesia, dijelaskan soal terapi ini secara detail.

Ahli dari Universitas Kristen Maranatha, Dr. dr. Monica, Sp.An., KIC., M.SI., MM., MARS., mengatakan terapi itu adalah salah satu modalitas terapi dengan memindahkan plasma penyintas Covid-19 yang mengandung antibodi spesifik terhadap SARS-CoV-2 ke pasien Covid-19 yang masih menderita penyakit tersebut. Menurutnya, ada banyak sekali penelitian dengan hasil yang berbeda mengenai TPK. Ada yang hasilnya menggembirakan, namun ada juga yang tidak efektif. Mengapa demikian?

"Keberhasilan TPK tergantung dari tiga faktor. Yaitu dosis, kadar antibodi dan waktu pemberian," katanya dalam webinar baru-baru ini.

Tanpa memperhatikan ketiga faktor utama ini, kata dia, maka efektivitas antibodi di dalam TPK tidak akan optimal. Hal ini, menurutnya karena prinsip TPK sendiri adalah antibodi di dalam plasma konvalesen berfungsi untuk menghilangkan virusnya, bukan untuk memperbaiki kerusakan organ yang terjadi.

“Oleh sebab itu pemberian sedini mungkin terutama pada pasien dengan komorbid dapat memberikan hasil yang lebih baik,” jelas dr. Monica.

Baca juga: 1 Kali Donor Plasma Konvalesen Bisa Selamatkan 3 Nyawa

Hal senada diungkapkan oleh Direktur PT Itama Ranoraya Tbk. Hendry Herman. Ia menilai diperlukan penelitian lanjutan dan pengembangan terhadap produk-produk dari plasma darah.

"Tentu ini menjadi inovasi yang turut berkontribusi dalam dunia kesehatan, terutama dalam pemyembuhan pasien Covid-19,” kata Hendry Herman.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore