Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 November 2023 | 13.43 WIB

Pakar Dokter UNAIR Ungkap Penanganan Deteksi Dini Mengenai Penyakit Stroke

Ilustrasi orang tua yang terkena penyakit stroke. Sumber: jcomp/unsplash.com - Image

Ilustrasi orang tua yang terkena penyakit stroke. Sumber: jcomp/unsplash.com

JawaPos.com - Pakar dokter dari Universitas Airlangga (UNAIR), dr. Yudhi Adrianto, Sp.S. (K), FINR, FINA, memberikan penjelasan mengenai penanganan penyakit stroke sejak dini, yang menjadi salah satu masalah serius di Indonesia.

Dalam sebuah wawancara di Dokter UNAIR TV, dr. Yudhi membahas faktor risiko penyakit stroke, gejala yang perlu diwaspadai, serta pentingnya deteksi dini dan tindakan cepat dalam penanganan stroke.

Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit yang seringkali menyerang beberapa organ manusia, seperti otak, medula spinalis, dan mata.
 
Selain itu, penyakit ini seringkali menyerang manusia secara mendadak dan dapat berakibat fatal.

Menurut alumnus Fakultas Kedokteran, terdapat faktor risiko yang dapat memengaruhi kemungkinan seseorang mengalami stroke.
 
Dua jenis faktor risiko yang dijelaskan adalah faktor yang dapat diubah dan faktor yang tidak dapat diubah.

Dikutip dari lama UNAIR, faktor yang tidak dapat diubah, seperti usia dan jenis kelamin, memainkan peran penting dalam risiko stroke.
 
 
Orang yang lebih tua memiliki risiko yang lebih tinggi apabila terkena penyakit yang serius ini.

Selain itu, lanjut dia, jenis kelamin juga dapat menentukan seseorang rentan mengalami stroke.
 
Hal ini berarti, laki-laki cenderung lebih rentan daripada perempuan. Namun, dr. Yudhi menekankan bahwa jenis kelamin bukanlah satu-satunya patokan dalam penentuan risiko stroke.

Selain faktor tersebut, riwayat keluarga juga dapat meningkatkan risiko stroke dua kali lebih rentan. Ini dikarenakan faktor genetik yang dapat diwarisi dari keluarga.

Namun, dalam penyakit stroke, ada beberapa faktor risiko yang dapat diubah, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, serta kurangnya aktivitas fisik.

“Tak lupa juga stres juga menjadi faktor lainnya yang dapat menyebabkan stroke. Stres yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah seseorang hingga menyebabkan stroke yang berkelanjutan,” papar dr. Yudhi Adrianto.

Dr Yudhi Adrianto juga menjelaskan bahwa deteksi dini sangat penting dalam mengatasi penyakit stroke.
 
Jika seseorang mengalami gejala seperti defisit neurologis fokal atau penurunan kesadaran yang mendadak, langkah pertama yang harus diambil adalah segera mencari bantuan medis.
 
Baca Juga: Peringati Hari Stroke Sedunia, Kemenkes Ajak Masyarakat Aktif Secara Fisik untuk Mencegahnya Sejak Dini

Penurunan kesadaran yang mendadak menjadi tanda atau ciri orang mengalami gejala stroke.
 
Penurunan kesadaran ini disebabkan oleh gangguan pada kinerja otak. Hal ini harus segera mendapatkan penanganan agar tidak berakibat fatal.

“Waktu untuk menyelamatkan orang stroke hanya berkisar empat jam, karena sumbatan pada darah harus segera dibuka agar risiko kecacatan fisik dan kematian dari orang yang mengalami stroke berkurang,” ungkapnya.

Dokter spesialis syaraf RS Mitra Keluarga tersebut mengungkapkan, jika orang terdekat mengalami gejala stroke, anggota keluarga diimbau agar tetap tenang dan tidak panik.
 
Salah satu langkah tepat dengan cara orang tersebut harus segera dibawa ke rumah sakit.

Menurutnya, penanganan pertama yang terbaik di rumah adalah dengan segera membawa orang yang mengalami gejala stroke ke rumah sakit.
 
Hal ini karena penyakit stroke berjalan dengan cepat. Masa golden period pertolongan adalah kurang dari empat jam setelah timbulnya gejala.
 
Baca Juga: Kerap Begadang dan Tidak Berolahraga Bisa Tingkatkan Risiko Terserang Stroke di Usia Muda

“Sehingga perlu adanya edukasi pada masyarakat dan keluarga cara menangani orang yang mengalami stroke dengan tepat. Semakin cepat orang dengan gejala stroke tertangani semakin minim risiko kecacatan atau kematian dari orang tersebut,” tegasnya.

Oleh karena itu, edukasi masyarakat tentang penyakit stroke dan tindakan yang harus diambil dalam situasi darurat sangat penting. Dengan pengetahuan yang tepat, kita dapat membantu mengurangi dampak buruk penyakit ini dan menyelamatkan nyawa.
 
 
 ***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore