
Ilustrasi rokok yang dijual di pasar ritel. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com – Indonesia menduduki posisi pertama sebagai negara dengan jumlah penghisap rokok terbanyak di dunia.
Data ini berdasarkan laporan World of Statistics melalui laman media sosial X resmi @stats_feed, memaparkan jumlah perokok dengan jenis kelamin pria mendominasi di Indonesia sebanyak 70,5 persen per 20 Agustus.
Postingan itu pun telah mendapat 4 juta views, 2,3 ribu retweets, 16,1 ribu likes, dan 1,2 ribu quote tweets per Sabtu (4/11), serta mendapat beragam komentar dari warganet X.
Menurut World Health Organization (WHO), perokok bisa diklasifikasi ke dalam tiga kelompok merujuk pada jumlah rokok yang dihisap per hari.
Perokok ringan adalah seseorang yang mengonsumsi rokok satu sampai sepuluh batang disebut perokok ringan, perokok sedang 11 hingga 20 batang, dan perokok berat lebih dari 20 batang per hari.
Sementara itu, dikutip JawaPos.com dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), merokok memiliki beragam dampak buruk bagi kesehatan.
Selain resiko kanker paru-paru dan jantung, ada pula gangguan kehamilan, batuk, insomnia, sulit berkonsentrasi, tulang mudah patah, gangguan mata, kerontokan rambut, hingga bau mulut.
Lebih lanjut, Kemenkes mengungkap paling sedikit ada tiga faktor alasan seseorang untuk merokok, yakni faktor sosial, psikologis, dan genetik.
Pertama, faktor sosial dari karakter seseorang dibentuk oleh lingkungan sekitar seperti keluarga, tetangga, dan teman.
Kedua, faktor psikologis demi mendapatkan relaksasi atau ketenangan serta mengurangi kecemasan atau ketegangan.
Ketiga, faktor genetik atau biologis bisa dipengaruhi juga oleh faktor-faktor lain seperti sosial dan psikologis.
Kemenkes menambahkan adanya indikasi sebagian besar rumah tangga di Indonesia terjerat konsumsi rokok pada rumah tangga menengah ke bawah lebih besar dibandingkan rumah menengah ke atas.
Padahal, konsumsi rokok menimbulkan gangguan kesehatan dan berdampak pada produktivitas yang bersangkutan dan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa serta berujung pada kemiskinan.
Bagi seseorang yang kecanduan merokok dan ingin berusaha berhenti bukanlah hal yang tak mungkin dan perlu dilakukan secara bertahap.
Adapun Kemenkes memberikan tips untuk seseorang yang ingin berhenti merokok lewat aksi S.T.A.R.T guna mengurangi kecanduan rokok, di antaranya:

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
