
Ilustrasi: Kesehatan mental menjadi salah satu isu medis yang banyak disorot belakangan ini.
JawaPos.com – Pemerintah menaruh perhatian terhadap kesehatan mental, khususnya di kalangan mahasiswa. Plt Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek Nizam mengatakan, sivitas kampus harus terus menumbuhkan rasa kepedulian untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan mental, termasuk keinginan bunuh diri. ”Upaya ini penting. Perlu menjadi aksi bersama,” tuturnya kemarin (31/10).
Dalam diskusi bertajuk ”Jaga Kesehatan Mental” di Kota Bogor Senin (30/10) lalu, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Wening Udasmoro mengungkap sejumlah langkah mitigasi yang diambil kampusnya untuk mencegah gangguan kesehatan mental di kalangan mahasiswa. Di antaranya dilarangnya para dosen bersikap keras alias menjadi dosen ”killer”. Juga skrining kepada para mahasiswa baru. Jika ada gejala kesehatan mental yang berat, langsung diarahkan untuk mendapatkan layanan konseling.
Sementara itu, mahasiswa dari Pusat Informasi Konseling Remaja Sehat Remaja Yarsi (PIK-R Seraya) Yusmar Ibrahim menyatakan, tantangan pemuda atau mahasiswa saat ini adalah kecemasan dan depresi. Kondisi tersebut muncul dari tekanan pergaulan, akademik, orang tua, dan masa depan. ”Banyak orang tua menuntut lebih pada anak-anaknya. Kalau perlu melampaui orang tuanya,” katanya dalam diskusi yang sama.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Universitas Airlangga (Unair) Prof Sukardiman mengatakan, dalam rangka kemungkinan kendala belajar mahasiswa, secara komprehensif, Unair mengadakan tes kesehatan jasmani dan tes ketunaan yang difasilitasi layanan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). ”Itu berlaku untuk seluruh mahasiswa baru, baik program jenjang D-3, sarjana terapan, maupun sarjana,” terangnya kepada Jawa Pos kemarin.
Unair juga telah memiliki Airlangga Assessment Center yang di dalamnya terdiri dari psikolog. Seluruh mahasiswa baru pun sebelum masuk perkuliahan akan diasesmen untuk melihat kesiapan belajar. ”Di situ kami melihat kesehatan mental mereka. Apakah anak tersebut siap belajar di dunia baru dengan kultur yang berbeda,” ujarnya. (wan/ayu/c9/ttg)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
