
Ilustrasi: Fatty liver atau perlemakan hati, penyakit yang bisa terjadi karena berat badan berlebih.
JawaPos.com - Apakah Anda sering mengalami nyeri pada bagian ulu hati dan mual secara berkepanjangan. Jangan dianggap remeh. Nyeri di area ulu hati dan mual bisa menjadi tanda atau gejala penyakit hati berlemak atau fatty liver.
Terutama jika gejala-gejala tersebut berlangsung dalam jangka waktu yang lama atau terjadi secara berkala. Meskipun tidak semua orang dengan fatty liver akan mengalami gejala seperti itu, beberapa orang dapat merasakannya.
Gejala-gejala ini sering kali merupakan tanda bahwa hati Anda sedang mengalami peradangan atau gangguan. Hati adalah salah satu organ yang penting dalam menjaga kesehatan tubuh manusia. Namun, seringkali kita mengabaikan tanda-tanda bahwa organ hati mungkin mengalami masalah.
Menurut dr. Saut Horas H. Nababan, Ph.D., Sp.PD-KGEH, dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroenterohepatologi yang aktif melayani pasien di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, kasus perlemakan hati akibat gangguan metabolik di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dalam dekade akhir.
"Faktor-faktor seperti perubahan gaya hidup, pola makan yang tidak sehat, tingginya insidensi obesitas dan diabetes telah berkontribusi terhadap peningkatan kasus perlemakan hati di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menderita atau berisiko terserang penyakit hati akibat gangguan metabolik,” jelas dr. Saut kepada JawaPos.com di Jakarta.
Dokter Saut memaparkan, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah fatty liver. Seringnya, selain karena metabolisme tubuh, fatty liver terjadi karena berat badan berlebih alias obesitas.
"Pertahankan berat badan yang sehat. Jika kelebihan berat badan atau obesitas, penurunan berat badan secara bertahap dengan mengombinasikan diet sehat dan olahraga dapat membantu mengurangi penumpukan lemak di hati," lanjut dr. Saut.
Menjalani kegiatan fisik secara teratur juga dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi lemak di hati. Kemudian, fokus pada makanan yang seimbang dengan menghindari makanan yang tinggi lemak jenuh, gula tambahan, dan garam berlebih.
"Makanan yang tinggi serat, seperti buah-bahan, sayuran, dan biji-bijian, dapat membantu memperbaiki metabolisme tubuh," imbuh dr. Saut.
Penting juga untuk mengontrol kadar gula darah dengan mengikuti diet rendah karbohidrat dan menjaga pola makan seimbang. Konsumsi alkohol secara bertanggung jawab: Pengurangan atau menghindari konsumsi alkohol secara keseluruhan akan membantu menjaga kesehatan hati.
Untuk mengetahui kesehatan hati kita, ada metode medis terkini yang saat ini bisa diambil pasien yakni elastografi hati. Menurut dr. Saut, elastografi hati adalah metode pemeriksaan non-invasif yang sudah rutin digunakan di MRCCC terutama pada pasien dengan penyakit hati kronis.
Secara sederhana, alat ini mengukur kekakuan hati yang secara tidak langsung dikaitkan dengan derajat fibrosis hati. Jadi dengan menggunakan alat ini, dokter bisa menilai apakah sudah terdapat komplikasi dari penyakit hati kronis yang diderita pasien.
“Jadi, alat ini bisa digunakan pada kasus-kasus seperti infeksi virus hepatitis B dan C, sirosis, penyakit hati alkoholik, penyakit hati non-alkoholik, dan penyakit hati yang terkait gangguan metabolik. Pemeriksaan ini juga berguna dalam memantau perkembangan penyakit hati akibat obat-obatan atau autoimun,” lanjut dr. Saut.
Setiap kita melakukan pemeriksaan medis, tentu kita akan memilih pemeriksaan apa yang memberikan manfaat serta aman dan tidak menimbulkan efek samping. Elastografi hati memiliki beberapa keuntungan.
Pertama, metode ini tidak invasif, tidak ada penyisipan jarum atau pemotongan yang diperlukan. Juga dijanjikan tidak menyakitkan, pasien tidak akan merasakan ketidaknyamanan atau rasa sakit selama pemeriksaan dan dapat menilai derajat fibrosis dan derajat perlemakan hati.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
