Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Oktober 2023 | 04.45 WIB

Mengenal Fatty Liver, Ketahui Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Ilustrasi: Fatty liver atau perlemakan hati, penyakit yang bisa terjadi karena berat badan berlebih. - Image

Ilustrasi: Fatty liver atau perlemakan hati, penyakit yang bisa terjadi karena berat badan berlebih.

JawaPos.com - Apakah Anda sering mengalami nyeri pada bagian ulu hati dan mual secara berkepanjangan. Jangan dianggap remeh. Nyeri di area ulu hati dan mual bisa menjadi tanda atau gejala penyakit hati berlemak atau fatty liver.

Terutama jika gejala-gejala tersebut berlangsung dalam jangka waktu yang lama atau terjadi secara berkala. Meskipun tidak semua orang dengan fatty liver akan mengalami gejala seperti itu, beberapa orang dapat merasakannya.

Gejala-gejala ini sering kali merupakan tanda bahwa hati Anda sedang mengalami peradangan atau gangguan. Hati adalah salah satu organ yang penting dalam menjaga kesehatan tubuh manusia. Namun, seringkali kita mengabaikan tanda-tanda bahwa organ hati mungkin mengalami masalah.

Menurut dr. Saut Horas H. Nababan, Ph.D., Sp.PD-KGEH, dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroenterohepatologi yang aktif melayani pasien di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, kasus perlemakan hati akibat gangguan metabolik di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dalam dekade akhir.

"Faktor-faktor seperti perubahan gaya hidup, pola makan yang tidak sehat, tingginya insidensi obesitas dan diabetes telah berkontribusi terhadap peningkatan kasus perlemakan hati di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menderita atau berisiko terserang penyakit hati akibat gangguan metabolik,” jelas dr. Saut kepada JawaPos.com di Jakarta.

Dokter Saut memaparkan, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah fatty liver. Seringnya, selain karena metabolisme tubuh, fatty liver terjadi karena berat badan berlebih alias obesitas.

"Pertahankan berat badan yang sehat. Jika kelebihan berat badan atau obesitas, penurunan berat badan secara bertahap dengan mengombinasikan diet sehat dan olahraga dapat membantu mengurangi penumpukan lemak di hati," lanjut dr. Saut.

Menjalani kegiatan fisik secara teratur juga dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi lemak di hati. Kemudian, fokus pada makanan yang seimbang dengan menghindari makanan yang tinggi lemak jenuh, gula tambahan, dan garam berlebih.

"Makanan yang tinggi serat, seperti buah-bahan, sayuran, dan biji-bijian, dapat membantu memperbaiki metabolisme tubuh," imbuh dr. Saut.

Penting juga untuk mengontrol kadar gula darah dengan mengikuti diet rendah karbohidrat dan menjaga pola makan seimbang. Konsumsi alkohol secara bertanggung jawab: Pengurangan atau menghindari konsumsi alkohol secara keseluruhan akan membantu menjaga kesehatan hati.

Untuk mengetahui kesehatan hati kita, ada metode medis terkini yang saat ini bisa diambil pasien yakni elastografi hati. Menurut dr. Saut, elastografi hati adalah metode pemeriksaan non-invasif yang sudah rutin digunakan di MRCCC terutama pada pasien dengan penyakit hati kronis.

Secara sederhana, alat ini mengukur kekakuan hati yang secara tidak langsung dikaitkan dengan derajat fibrosis hati. Jadi dengan menggunakan alat ini, dokter bisa menilai apakah sudah terdapat komplikasi dari penyakit hati kronis yang diderita pasien.

“Jadi, alat ini bisa digunakan pada kasus-kasus seperti infeksi virus hepatitis B dan C, sirosis, penyakit hati alkoholik, penyakit hati non-alkoholik, dan penyakit hati yang terkait gangguan metabolik. Pemeriksaan ini juga berguna dalam memantau perkembangan penyakit hati akibat obat-obatan atau autoimun,” lanjut dr. Saut.

Setiap kita melakukan pemeriksaan medis, tentu kita akan memilih pemeriksaan apa yang memberikan manfaat serta aman dan tidak menimbulkan efek samping. Elastografi hati memiliki beberapa keuntungan.

Pertama, metode ini tidak invasif, tidak ada penyisipan jarum atau pemotongan yang diperlukan. Juga dijanjikan tidak menyakitkan, pasien tidak akan merasakan ketidaknyamanan atau rasa sakit selama pemeriksaan dan dapat menilai derajat fibrosis dan derajat perlemakan hati.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore