Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 September 2023 | 16.01 WIB

Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita

Babe Cabita mengumumkan ia mengidap penyakit langka bernama anemia aplastik. (Istimewa)

JawaPos.com – Artis Babe Cabita dikabarkan tengah menderita penyakit langka, yakni Anemia Aplastik. Karenanya, komedian tunggal ini harus menjalani perawatan intensif. Bahkan dianjurkan melakukan pengobatan di luar negeri.

Menurut keterangan, suami dari Zulfati Indraloka itu diharuskan menjalani proses transplantasi tulang belakang jika ingin benar-benar sembuh total dari Anemia Aplastik. Tak hanya itu, Babe Cabita yang selama ini sudah merasa menerapkan pola hidup sehat, ternyata masih harus mengontrol asupan makananya untuk tidak mengkonsumsi citarasa pedas.

Lantas seperti apa itu Anemia Aplastik? Berikut ulasannya dilansir dari berbagai sumber:

Pengertian Anemia Aplastik

Anemia Aplastik adalah sebuah kelainan darah di mana sumsum tulang gagal menghasilkan sel darah, baik hanya salah satu maupun seluruh jenis sel darah. Ketika tubuh berhenti menghasilkan sel darah, maka saat itulah tubuh menjadi rentan lelah dan mudah terinfeksi.

Di Indonesia, penyakit ini tergolong langka dan serius karena tercatat hanya ada kurang dari 15 ribu kasus setiap tahunnya. Anemia Aplastik bisa menyerang siapa saja tanpa pandang usia, dengan tiba-tiba atau perlahan-lahan.

Faktor Pemicu Anemia Aplastik

Anemia Aplastik dapat muncul karena disebabkan oleh dua hal, yakni faktor usia dan faktor keturunan dari orang tua. Pada faktor usia, baik anak-anak maupun dewasa, Anemia Aplastik biasanya muncul dengan disertai faktor lain, seperti riwayat infeksi virus, dan penggunaan obat-obatan seperti kloramfenikol.

Kemudian juga riwayat infeksi seperti hepatitis, zat kimia berbahaya seperti pestisida, kehamilan dan radiasi atau kemoterapi.

Sementara pada faktor keturunan, Anemia Aplastik bisa diturunkan dari orang tua kepada anaknya, yang kemungkinan juga bisa berkaitan dengan penyakit bawaan lainnya, seperti Anemia Fanconi, Sindrom Shwachman-Diamond, Disketarosis Kongenital, dan Anemia Diamond-Blackfan.

Selain karena faktor-faktor tersebut, Anemia Aplastik juga berpotensi menjadi kian parah apabila si penderita berada dalam kondisi Ras Asia, sedang hamil, berusia 20-25 tahun, memiliki kelainan sistem imun, mengidap kanker, menjalani kemoterapi, dan terpapar zat kimia berbahaya.

Gejala Anemia Aplastik

Anemia Aplastik yang terjadi karena sumsum tulang gagal memproduksi sel darah, juga memiliki sejumlah gejala berbeda di masing-masing sel darah. Sel darah merah misalnya, penderita akan mengalami gejala seperti mudah mengantuk, lemas, merasa lemah, pucat, pusing atau nyeri kepala, sesak napas, nyeri dada, dan jantung berdebar-debar.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore