
Photo
JawaPos.com - Masyarakat mengenal obat heparin adalah obat antikoagulan atau obat oengencer darah yang biasa diberikan pada pasien kardiovaskular. Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan.
bahwa heparin, obat yang biasa digunakan untuk mengobati trombosis vena ternyata bisa menjadi mekanisme yang kuat dalam memerangi Covid-19.
Dilansir dari Science Times, Kamis (16/7), penggunaan obat itu sudah disetujui oleh Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA). Fungsinya dapat digunakan sebagai perangkap untuk menetralisir penyebaran virus SARS-CoV-2, yang menyebabkan Coronavirus, menginfeksi sel manusia.
Coronavirus menyerang tubuh menggunakan protein permukaan untuk melekat pada sel manusia. Virus ini menyerang dengan menempel pada sel-sel sehat, lalu mereka kemudian memulai infeksi. Namun, heparin atau pengencer darah bisa berikatan kuat dengan protein di permukaan, dan mencegah perluasan infeksi.
Penulis penelitian percaya bahwa heparin dapat dimasukkan ke dalam tubuh menggunakan nebulizer atau semprotan hidung. Lalu kemudian akan mengganggu pengikatan virus, sehingga menurunkan kemungkinan infeksi. Para ahli juga menggunakan pendekatan yang sama dengan menggunakan umpan dalam virus lain seperti influenza A, demam berdarah, dan Zika.
Menurut Penulis Utama Robert Linhardt, pendekatan ini dapat digunakan sebagai intervensi awal, terutama pada pasien yang positif Covid-19 yang tidak menunjukkan gejala. Profesor kimia dan biologi kimia di Rensselaer Polytechnic Institute itu menambahkan berbagai terapi harus diupayakan untuk mengendalikan penyebaran virus sampai vaksin ditemukan. Temuan lengkap dari penelitian ini diterbitkan pekan ini di Antiviral Research.
Pada manusia, SARS-CoV-2 berikatan dengan reseptor ACE2. Para peneliti menemukan bahwa heparin menempel pada protein spike SARS-CoV-2 trimerik pada 73 picomoles.
Seorang profesor teknik kimia dan biologi di Rensselaer, Jonathan Dordick,
berkomentar bahwa ikatan itu sangat erat. Berkolaborasi dengan Linhardt untuk mengembangkan strategi umpan, ia mengatakan bahwa ikatan virus Korona seribu kali lebih ketat daripada antibodi-antigen biasa.
Dia menambahkan bahwa ketika virus mengikat pada protein, maka sulit untuk lepas. Heparin diberikan untuk intervensi dalam menghalangi masuknya virus ke dalam tubuh lebih jauh. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
