Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Mei 2020 | 11.00 WIB

Imunitas Tubuh Menurun, Waspada Risiko Hamil di Masa Pandemi Covid-19

Ilustrasi ibu hamil bisa tularkan sifilis pada janinnya. Jamie Grill/Getty Images/Everyday Health - Image

Ilustrasi ibu hamil bisa tularkan sifilis pada janinnya. Jamie Grill/Getty Images/Everyday Health

JawaPos.com - Guyonan 'korona negatif, istri positif' cukup sering terdengar di masyarakat seiring dengan kebijakan #dirumahaja selama pandemi Covid-19. Tapi, jika bicara soal kehamilan di kondisi saat ini, apakah benar aman bagi si ibu dan calon bayi?

Diungkapkan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), guyonan atau candaan yang dilontarkan masyarakat sangat masuk akal. Berdasarkan data BKKBN, jumlah kedatangan aseptor untuk suntik KB, pasang ayudi atau minta pil, menurun hampir 50 persen selama periode Februari-Maret.

"Sehingga risiko terjadinya kehamilan memang betul tidak bisa kita pungkiri seandainya tidak ada upaya khusus," ujar dr. Hasto Wardoyo dalam wawancaranya bersama JawaPos TV.

Tapi, dirinya menekankan, kehamilan di tengah pandemi Covid-19 tentu berisiko. Bukan hanya untuk si calon bayi, tapi juga bagi sang ibu. Sebab, tanpa adanya kondisi rentan seperti saat ini, kondisi ibu hamil di awal kehamilan sudah membutuhkan perhatian khusus.

Risiko pertama yang akan dihadapi ibu hamil adalah turunnya imunitas tubuh. Secara alami, di awal kehamilan, imunitas sang ibu akan menurun karena bersiap menerima benda asing yakni seorang calon bayi dalam tubuh. Biasanya dalam 1-2 minggu kondisi imunitas akan turun.

Dengan kondisi demikian, maka hamil di tengah pandemi Covid-19 cukup berisiko. Sebab, untuk menangkal virus SARS-CoV-2 saja dibutuhkan imunitas tubuh yang kuat.

"Lalu orang hamil itu kan sering muntah, nutrisinya kurang, sering dehidrasi. Jika kondisi itu bisa berisiko tertular (Covid-19)," ujar dr. Hasto.

Selain imunitas tubuh si ibu, risiko lainnya yang harus diwaspadai adalah terjadinya gangguan pada pembentukan organ-organ bayi. Sebab, pembentukan organ seperti mata, tangan, mulut, pundak, lutut hingga kaki, semuanya terbentuknya di minggu pertama dan kedua kehamilan.

Terlebih, ungkap dr. Hasto, para dokter saat ini belum mengetahui pengaruh Covid-19 pada janin jika terinfeksi pada ibu hamil. Termasuk penggunaan obat Covid-19 yang diminum ibu hamil jika terinfeksi.

"Ini kan jadi pertanyaan serius. Makanya karena kita sama-sama belum tahu makanya lebih baik tidak hamil dulu," lanjutnya.

Lantas bagaimana jika terlanjur hamil?

Tentunya harus ekstra perlindungan. Misalnya untuk menyiasati muntah, ibu hamil bisa minum wedang jahe. Karena untuk ke rumah sakit minta obat mual cukup berisiko.

"Tapi bukan yang sachet ya, harus jahe asli. Itu bisa mengurangi mual. Harus jahe ya bukan empon-empon dalam arti luas," terang dr. Hasto.

Selain itu, jika istri sedang hamil muda, usahakan untuk tidak melakukan hubungan intim. Langkah ini guna meminimalisasi terjadinya abortus atau keguguran.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=NDOZMPcukn4

 

https://www.youtube.com/watch?v=Qp5QYWDuYsQ

 

https://www.youtube.com/watch?v=v2U7yW4jVbw

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore