
Inilah Cara Memberi Pertolongan Pertama pada Orang Terserang Penyakit Jatung
JawaPos.Com - Anda memiliki kerabat dengan riwayat penyakit jantung? Tak ada salahnya membekali diri dengan kemampuan bantuan hidup dasar (BHD) karena itu akan bermanfaat untuk memberikan harapan hidup bagi pasien pingsan yang denyut nadinya terhenti.
BHD juga dikenal dengan basic life support (BLS). Itu merupakan suatu tindakan sesegera mungkin menyelamatkan nyawa seseorang.
Dokter Saskia Dyah Handari SpJP dari Siloam Hospitals Surabaya, Jawa Timur merunut tahapan BHD. Cara yang pertama dilakukan adalah coba memanggil dengan suara lantang dan menggerakkan badan orang yang tidak sadar itu.
Bila tidak ada respons, langsung cek nadi di leher. Bila nadi tidak berdenyut, segera lakukan pijat jantung. Tujuannya adalah menjaga aliran darah berjalan ke semua organ.
Cara pijat jantung adalah meletakkan kedua tangan kita di dada orang yang tidak sadar. Lengan lurus dan tekanan pijatan harus sangat kuat.
''Kalau di tempat kejadian ada AED, langsung minta seseorang untuk mengambil AED sembari kita terus melakukan pijat jantung,'' imbuh Saskia.
Jangan lupa juga memberikan napas buatan. Hitungannya, dalam sekitar 30 kali pijat jantung, selingi dua napas buatan. Setelah AED datang, langsung buka wadahnya dan ikuti petunjuknya.
Umumnya, kita tinggal mengambil patch (tempelan) yang dipasangkan di dada kanan dan kiri. ''Setelah dihidupkan, AED itu mengeluarkan tahapan instruksi, dengarkan saja,'' paparnya.
Saat patch ditempelkan ke dada kanan dan kiri, saat itu juga alat akan mendeteksi gangguan irama yang terjadi pada kondisi henti jantung.
Bila yang terjadi adalah fibrilasi ventrikel, alat akan mengeluarkan kejut listrik untuk menormalkan irama jantung. Bila sudah berangsur normal, biarkan alat yang bekerja.
Namun, penolong tetap memperhatikan suara instruksi dari alat AED. Saat tidak terdeteksi fibrilasi ventrikel, alat bakal menyuruh penolong terus melakukan pijat jantung.
Saskia menjelaskan, fibrilasi ventrikel adalah gangguan irama jantung yang fatal. Jantung hanya menggelepar, tidak memompa aliran darah ke seluruh tubuh. Bila tidak ditolong sesegera mungkin, orang yang terserang fibrilasi ventrikel bisa kehilangan nyawa.
Menurut Saskia, semua orang bisa terserang fibrilasi ventrikel. Tapi, orang-orang dengan penyakit jantung punya risiko lebih besar terserang fibrilasi ventrikel.
Mulai jantung koroner, jantung katup, jantung bawaan, hingga penyakit otot jantung. Yang paling penting dari AED sebenarnya adalah bagaimana menghilangkan keraguan masyarakat awam untuk melakukannya. (ina/c17/ayi)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
