Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Agustus 2015 | 14.23 WIB

Masuk Angin Mengakibatkan Mual dan Kembung, Mitos atau Realitas?

Masuk Angin Mengakibatkan Mual dan Kembung, Mitos atau Realitas? - Image

Masuk Angin Mengakibatkan Mual dan Kembung, Mitos atau Realitas?

JawaPos.com - Masuk angin dikenal luas oleh masyarakat. Penyebutan itu dikonotasikan ketika badan mengalami gejala demam, pusing, batuk ringan, nyeri di beberapa bagian tubuh, hingga kepala pusing atau pening. [Baca Juga: Mengenal Masuk Angin dari Sisi Medis, Ini Penjelasannya]



Lalu, bagaimana gejala di perut? Umumnya, perut akan terasa seperti terisi gas atau udara.



’’Sensasi kembung atau sebah itu dipicu adanya gas dan asam dalam lambung,’’ ujar dr Adityaningrum, dokter umum dari RS Bedah Surabaya.



Gas bisa berasal dari makanan atau minuman yang dikonsumsi. Bisa juga terjadi karena efek dari asam lambung. Asam lambung tetap diproduksi, bahkan ketika perut kosong.



Itulah yang mengakibatkan rasa mual dan kembung. Hal itu yang melahirkan mitos bahwa masuk angin bisa mengakibatkan mual dan kembung.



’’Padahal, itu terjadi karena perut kita belum diisi alias makan,’’ tambah Tya –sapaan akrab Adityaningrum.  



Angin yang dingin juga bisa menjadi penyebabnya. Dalam kondisi tubuh tidak fit, udara dingin membuat tubuh lebih mudah terjangkit virus. Pembuluh darah di tubuh juga menyempit.



’’Penyempitan ini memengaruhi gerakan peristaltik di lambung dan pencernaan. Akibatnya, muncul sensasi kembung atau sebah,’’ jelas Tya. (len/jan/jpg)

Editor: Arwan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore