Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Juli 2023 | 04.22 WIB

Jarang Disadari, Kontaminasi Bakteri Penyebab Diare Bisa Berawal dari Kulkas

Menyimpan makanan kaleng dalam kulkas dikhawatiran bisa tercemar aluminium dan timah. (Getty Images/Kentaroo Tryman) - Image

Menyimpan makanan kaleng dalam kulkas dikhawatiran bisa tercemar aluminium dan timah. (Getty Images/Kentaroo Tryman)

JawaPos.com – Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering dialami masyakat. Mulai dari usia anak 0 tahun hingga dewasa.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), terdapat sekitar 1,7 miliar kasus diare setiap tahunnya. Sedangkan, 750.000 penderita diantaranya adalah anak-anak dan mengalami kematian akibat diare.

Diungkapkan WHO, diare muncul karena adanya kontaminasi bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan, air, atau kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Kontaminasi ini diperparah dengan gaya hidup masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan seperti mencuci tangan hingga menjaga tempat penyimpanan makanan tetap bersih.

Tempat penyimpanan makanan seperti kulkas juga bisa menjadi penyebab terkontaminasinya makanan. Bakteri seperti Aeromonas bacteria, Enterobactera clocae, Klebsiella oxytoca, dan Escherichia coli dapat berkembang biak dengan cepat dalam kondisi kulkas yang tidak terjaga kebersihannya.

Diungkapkan Elvina Goey, founder POLKI Indonesia, kebiasaan masyarakat Indonesia ketika membersihkan kulkas masih kurang optimal. Sebab, kebanyakan masyarakat hanya membersihkan kulkas hanya dengan tisu basah atau mencuci menggunakan sabun biasa.

Padahal, kebiasaan tersebut ternyata bisa meninggalkan bakteri yang berbahaya seperti Escherichia coli di permukaan kulkas. Sehingga, makanan yang tersimpan di dalamnya pun menjadi rentan terhadap kontaminasi.

“Banyak yang masih nggak nyadar kalau yang kelihatan bersih dan wangi di permukaan itu belum tentu bakterinya mati,” ujar Elvina Goey.

Sehingga, supaya makanan benar-benar terhindar dari kontaminasi, kulkas pun butuh penanganan khusus. Misalnya menggunakan pembersih berlabel food-save guna meminimalisasi kontaminasi bakteri pada makanan.

Namun yang paling penting perlu komitmen untuk menerapkan pola hidup higienis dan sehat mulai dari hal kecil. Seperti mencuci tangan secara menyeluruh, mengonsumsi makanan matang, hingga menjaga perabotan tetap bersih dan bebas kuman.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore