Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Desember 2017 | 16.15 WIB

Ini 5 Cara Ampuh Hindari Penularan Bakteri ‘Maut’ Difteri

Grafis - Image

Grafis

JawaPos.com – Masyarakat diminta waspada wabah penyakit difteri. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium itu bisa merenggut nyawa korbannya jika terlambat ditangani.


Penderitanya dilarang berdekatan dengan orang lain, termasuk keluarganya. Sebab ketika sudah positif dinyatakan difteri, maka pasien wajib diisolasi. Orang di sekelilingnya pun wajib waspada menghindari kuman atau bakteri yang cepat sekali menular melalui batuk, bersin, tertawa dan udara itu.


“Karena angka kematian yang tinggi, terutama pada balita dan usia lanjut, maka sebaiknya penderita jangan dekat-dekat dengan orang lain,” tegas Disease Prevention Expert yang juga CEO dari In Harmony Vaccination dr. Kristoforus Hendra Djaya SpPD, Sabtu (9/12).


Kristoforus menambahkan ada sejumlah cara untuk mencegah penularan kuman difteri selain pengobatan dengan vaksinasi. Beberapa cara tersebut adalah, sebagai berikut;


Hindari Kontak


Hindari kontak langsung dengan penderita agar kuman karena kuman bisa menyebar melalui udara. Meskipun, memang penderita difteri tak bisa dilihat secara kasat mata. Petugas kesehatan harus melihat tenggorokan pasien di mana terdapat selaput khas yang kotor sebagai tanda penyait difteri.


Gunakan Masker


Musim hujan identik dengan penularan virus secara cepat. Tak hanya mencegah difteri, pasien ataupun masyarakat umum sebaiknya rajin menggunakan masker. Sedangkan orang lain yang mengunjunginya, disarankan menggunakan masker.


Pola Hidup Bersih dan Sehat


Menghindari difteri, salah satunya dengan memastikan lingkungan bersih dan rajin mencuci tangan. Sebab kuman ada di mana-mana. Cuci tangan, serta menghindari kontak langsung dengan penderita.


Antibiotik


Pasien difteri wajib diberikan antibiotik, serum, dan lainnya agar cepat sembuh dan tidak menulari orang per orang.


Imunisasi


Memeriksa status imunisasi rutin pada anak-anak apakah sudah lengkap. Jika, belum maka segera dilengkapi. Ikut mendukung pelaksanaan ORI (outbreak response immunization) yang akan dilaksanakan oleh dinkes, yaitu imunisasi untuk pencegahan difteri dengan sasaran anak usia 1 – < 19 tahun.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore