
Grafis
JawaPos.com – Masyarakat diminta waspada wabah penyakit difteri. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium itu bisa merenggut nyawa korbannya jika terlambat ditangani.
Penderitanya dilarang berdekatan dengan orang lain, termasuk keluarganya. Sebab ketika sudah positif dinyatakan difteri, maka pasien wajib diisolasi. Orang di sekelilingnya pun wajib waspada menghindari kuman atau bakteri yang cepat sekali menular melalui batuk, bersin, tertawa dan udara itu.
“Karena angka kematian yang tinggi, terutama pada balita dan usia lanjut, maka sebaiknya penderita jangan dekat-dekat dengan orang lain,” tegas Disease Prevention Expert yang juga CEO dari In Harmony Vaccination dr. Kristoforus Hendra Djaya SpPD, Sabtu (9/12).
Kristoforus menambahkan ada sejumlah cara untuk mencegah penularan kuman difteri selain pengobatan dengan vaksinasi. Beberapa cara tersebut adalah, sebagai berikut;
Hindari Kontak
Hindari kontak langsung dengan penderita agar kuman karena kuman bisa menyebar melalui udara. Meskipun, memang penderita difteri tak bisa dilihat secara kasat mata. Petugas kesehatan harus melihat tenggorokan pasien di mana terdapat selaput khas yang kotor sebagai tanda penyait difteri.
Gunakan Masker
Musim hujan identik dengan penularan virus secara cepat. Tak hanya mencegah difteri, pasien ataupun masyarakat umum sebaiknya rajin menggunakan masker. Sedangkan orang lain yang mengunjunginya, disarankan menggunakan masker.
Pola Hidup Bersih dan Sehat
Menghindari difteri, salah satunya dengan memastikan lingkungan bersih dan rajin mencuci tangan. Sebab kuman ada di mana-mana. Cuci tangan, serta menghindari kontak langsung dengan penderita.
Antibiotik
Pasien difteri wajib diberikan antibiotik, serum, dan lainnya agar cepat sembuh dan tidak menulari orang per orang.
Imunisasi
Memeriksa status imunisasi rutin pada anak-anak apakah sudah lengkap. Jika, belum maka segera dilengkapi. Ikut mendukung pelaksanaan ORI (outbreak response immunization) yang akan dilaksanakan oleh dinkes, yaitu imunisasi untuk pencegahan difteri dengan sasaran anak usia 1 – < 19 tahun.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
