
TERUS BERJUANG: Pasangan Adam dan Melissa bersama Axel.
JawaPos.com – Setelah empat setengah bulan menjalani perawatan di Children’s Hospital Aurora di Kota Aurora, Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat (AS), Axel Winch boleh pulang.
Bobot badannya sudah naik. Tubuhnya pun sudah bebas dari selang. Namun, bayi prematur putra pasangan Adam dan Melissa Winch itu tak bisa lepas dari pelukan.
”Saya rasa, dia ketagihan pelukan dan tidak pernah mau kami letakkan di pembaringan,” kata Adam.
Ya, selama dirawat intensif di neonatal intensive care unit (NICU), Axel memang selalu dipeluk. Sebab, Axel terlahir prematur dan membutuhkan kehangatan setiap saat. Karena itu, saat tidak berbaring di inkubator, dia harus selalu dipeluk.
Sersan Mike Pitrusu-lah yang menggagas lahirnya ”kelab peluk” Kepolisian Aurora. Anggota kelab tersebut terdiri atas 20 polisi. Setiap hari, mereka bergantian menjaga dan memeluk Axel di rumah sakit.
Sebab, Adam dan Melissa harus kembali bekerja. Selain itu, jarak rumah mereka dengan rumah sakit tempat Axel dirawat mencapai 480 kilometer. Selama orang tuanya pergi, kelab peluk bergantian memeluk Axel.
”Awalnya, saya hanya kepikiran untuk membentuk kelompok khusus yang bertugas mengawasi Axel. Namun, ternyata, ada banyak anggota yang tertarik,” ucap Pitrusu. Total, ada 20 polisi yang masuk kelab.
Saat tidak berdinas, polisi-polisi itu datang ke rumah sakit dan menjaga Axel. Tugas terpenting para personel laki-laki dan perempuan tersebut adalah memeluknya.
Axel terpaksa dilahirkan saat usia kandungan Melissa 29 pekan. Saat itu, berat badan Axel hanya 1,2 kilogram. Tidak hanya lemah, Axel pun mengidap banyak kelainan medis yang sampai sekarang masih ditelusuri sejumlah pakar.
”Entah sudah berapa kali kami mendapati bayi kami tidak bernapas dalam pelukan kami,” tutur Adam sebagaimana dilansir BBC, Senin (4/12).
Kondisi itulah yang membuatnya nekat menerbangkan Axel dan istrinya ke Aurora. Saat itu, menurut 9News, Axel baru berusia satu pekan. Di Aurora, kondisi Axel berangsur membaik. Namun, Adam dan Melissa harus kembali bekerja setelah sekian lama mengabaikan tanggung jawab profesi masing-masing. Saat itulah, hadir kelab peluk yang dipimpin Pitrusu.
Melissa sangat bersyukur dipertemukan dengan polisi-polisi baik hati tersebut. Padahal, mereka tidak saling kenal sebelumnya. ”Kami berada di kota yang asing. Kami tidak kenal siapa pun. Tiba-tiba, kelab peluk muncul,” ujarnya sebagaimana dilaporkan BBC. Dia mengaku bisa bekerja dengan tenang setelah kelab peluk menawarkan jasa untuk memeluk Axel setiap hari. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
