
Ilustrasi gula rafinasi
JawaPos.com - Gula sudah mennjadi kebutuhan sehari-hari. Untuk memenuhi pola gaya hidup sehat sebaiknya mengurangi konsumsi gula setiap hari. Tak hanya jumlahnya, tetapi juga jenis gula yang dikonsumsi.
Beberapa gula, terutama jenis gula rafinasi, dapat menyebabkan kenaikan gula darah dalam waktu yang cepat.
Sehingga meningkatkan risiko diabetes dan masalah penyakit kronis lainnya. Lalu sebenarnya apa itu gula rafinasi?
Dalam keterangann tertulis hellosehat.com, Senin (6/11), gula rafinasi adalah gula yang memiliki warna lebih putih dengan tingkat kemurnian yang lebih tinggi. Sejumlah besar makanan sebenarnya mengandung gula yang memiliki tingkat kemurnian tinggi ini. Gula jenis ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti lemak dan kolesterol.
Apa Bedanya Gula Putih dengan Gula Rafinasi?
Gula mentah sebagai hasil olahan pertama adalah sukrosa yang disintesis dari tebu dan belum dapat dikonsumsi secara langsung. Setelah diolah lagi, gula mentah akan menjadi gula rafinasi. Pada pemrosesan untuk menjadi gula ini, kandungan molases atau cairan kental yang mengandung gula telah dihilangkan. Pembuatan gula rafinasi dimulai dari kristal gula mentah yang direndam, untuk dilembutkan di dalam sirop terkonsentrasi. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan lapisan cokelat pada kristal tanpa membuatnya larut.
Kristal yang telah bersih, kemudian dicampurkan ke dalam cairan yang kemudian disaring dari kotoran-kotoran yang tertinggal. Cairan larutan gula ini kemudian direbus dan didinginkan hingga terbentuk kristal gula putih. Gula ini banyak digunakan di dalam berbagai industri karena lebih murni dan berpenampilan lebih bersih dibandingkan gula mentah.
Kenapa Gula Rafinasi Berbahaya?
Jika mengonsumsi gula ini, tubuh akan membutuhkan vitamin B kompleks, kalsium, dan magnesium untuk mencerna gula ini, karena tingkat kemuGula sudah mennjadi kebutuhan sehari-hari. Untuk memenuhi pola gaya hidup sehat sebaiknya mengurangi konsumsi gula setiap hari.rniannya yang sangat tinggi. Hal ini menyebabkan secara mendadak tubuh ‘mencuri’ ketersediaan vitamin B kompleks dari sistem saraf, mengambil kalsium dan magnesium dari tulang dan gigi yang dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya.
Seseorang akan mengalami pengeroposan tulang jika mengonsumsi gula rafinasi secara terus menerus. Bahaya lainnya adalah meningkatnya risiko diabetes yang sangat tinggi karena gula ini mudah sekali terpecah menjadi glukosa dan menyebabkan terjadinya hiperglikemia (suatu keadaan gula terlalu tinggi dalam darah). Atau juga seseorang akan mengalami hipoglikemia (suatu keadaan rendahnya gula darah), karena tubuh melepas insulin secara berlebihan.
Gula rafinasi yang dapat mengambil vitamin B komplek dari syaraf disinyalir sebagai penyebab depresi dan penyimpangan perilaku. Meskipun belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.
Gula Rafinasi Dilarang Pemerintah
Berdasarkan SK Menperindag NO 527/MPT/KET/9/2004, gula rafinasi hanya diperuntukkan untuk industri dan tidak diperuntukkan bagi konsumsi langsung karena harus melalui proses terlebih dahulu. Gula ini mengandung banyak bahan fermentasi sehingga menyebabkan masalah kesehatan.
Gula rafinasi yang dikonsumsi langsung mengakibatkan penuaan pada kulit melalui proses alami glikasi. Proses glikasi merupakan saat molekul gula diserap ke dalam aliran darah selama proses pencernaan dan menutup molekul protein pada kulit. Semakin banyak proses glikasi yang dialami, maka kulit semakin gelap dan kusam serta mempengaruhi molekul protein yang menghasilkan kolagen dan elastin.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
