Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Oktober 2026 | 00.08 WIB

Mode Silent Bukan Sekadar Biar Tenang, Ini 5 Kualitas yang Mungkin Anda Miliki

ilustrasi wanita yang memegang ponsel. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Bagi sebagian orang, suara notifikasi yang muncul berkali-kali dalam sehari bukanlah sesuatu yang mengganggu. Namun, ada pula yang justru merasa lebih nyaman ketika ponselnya berada dalam kondisi senyap.

Mereka mungkin sengaja mematikan suara pesan, panggilan, maupun pemberitahuan dari berbagai aplikasi agar dapat menjalani aktivitas tanpa terlalu banyak gangguan. Kebiasaan sederhana ini ternyata dapat berkaitan dengan cara seseorang mengatur perhatian dan berinteraksi dengan teknologi.

Notifikasi yang terus bermunculan memang berpotensi mengalihkan perhatian, terutama ketika seseorang sedang mengerjakan sesuatu yang membutuhkan konsentrasi. Karena itu, memilih mode silent bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi gangguan digital.

Dilansir dari Geediting, kebiasaan mengurangi notifikasi dapat dikaitkan dengan beberapa kecenderungan tertentu. Meski demikian, hal ini tidak berarti setiap orang yang menggunakan mode silent pasti memiliki karakter yang sama. Berikut lima kualitas yang mungkin tercermin dari kebiasaan tersebut.

1. Lebih Mampu Menjaga Fokus

Notifikasi yang muncul di layar atau menghasilkan suara dapat menjadi gangguan kecil yang berulang. Meskipun hanya berlangsung beberapa detik, perhatian seseorang bisa teralihkan dari aktivitas yang sedang dikerjakan.

Orang yang terbiasa menggunakan mode silent mungkin lebih menyadari pentingnya menjaga konsentrasi. Dengan membatasi gangguan dari ponsel, mereka dapat memberikan perhatian lebih besar pada pekerjaan, membaca, belajar, atau aktivitas lain yang sedang dilakukan.

2. Memiliki Batasan terhadap Teknologi

Mengaktifkan mode senyap juga dapat menjadi bentuk sederhana dalam menetapkan batas terhadap perangkat digital.

Alih-alih membiarkan setiap notifikasi menentukan kapan harus melihat layar, seseorang memilih sendiri kapan ingin memeriksa ponselnya. Kebiasaan tersebut menunjukkan adanya upaya untuk mengendalikan penggunaan teknologi, bukan selalu merespons setiap pemberitahuan yang masuk.

3. Tidak Terlalu Takut Ketinggalan Informasi

Sebagian orang merasa harus segera mengetahui setiap pesan, unggahan, atau pembaruan yang muncul di ponsel. Dorongan tersebut sering dikaitkan dengan istilah FOMO (fear of missing out) atau rasa takut tertinggal dari suatu informasi maupun aktivitas sosial.

Orang yang nyaman menggunakan mode silent mungkin lebih mampu menunda respons terhadap informasi yang tidak mendesak. Mereka tidak selalu merasa harus segera mengetahui apa yang sedang terjadi dan dapat memilih waktu sendiri untuk memeriksa pemberitahuan.

4. Lebih Memperhatikan Waktu Istirahat

Ponsel yang terus berbunyi pada malam hari dapat mengganggu waktu istirahat. Pesan masuk atau notifikasi aplikasi berpotensi membuat seseorang kembali melihat layar ketika seharusnya sudah bersiap tidur.

Karena itu, membisukan ponsel, terutama menjelang waktu tidur, dapat menjadi bagian dari kebiasaan menjaga waktu pribadi. Cara ini membantu menciptakan suasana yang lebih tenang sehingga perhatian tidak terus-menerus tertuju pada perangkat.

5. Menghargai Interaksi Secara Langsung

Ketika sedang berbicara dengan orang lain, perhatian yang terus tertuju pada ponsel dapat membuat percakapan terasa kurang maksimal.

Orang yang terbiasa mengaktifkan mode silent mungkin lebih nyaman memberikan perhatian penuh ketika sedang bersama orang lain. Dengan tidak terganggu bunyi atau getaran notifikasi, mereka dapat lebih fokus mendengarkan, merespons percakapan, dan menikmati waktu bersama orang di sekitarnya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore