JawaPos.com – Pernah merasa mata sudah berat ketika bersantai di sofa, tetapi rasa kantuk justru menghilang begitu tubuh berpindah ke tempat tidur?
Situasi semacam ini cukup umum dialami sebagian orang. Lingkungan dan kebiasaan dapat membentuk asosiasi tertentu di dalam pikiran. Sofa, misalnya, sering menjadi tempat untuk bersantai sambil menonton televisi atau berbincang, sedangkan kasur lebih erat kaitannya dengan aktivitas tidur.
Karena itu, ketika seseorang mulai mengantuk di sofa lalu terjaga setelah masuk kamar, ada kemungkinan faktor kebiasaan, pola pikir, hingga kondisi lingkungan ikut berperan.
Dilansir dari Geediting, fenomena tersebut dalam perspektif psikologi perilaku dan asosiasi kognitif dapat dikaitkan dengan sejumlah kecenderungan tertentu. Berikut tujuh di antaranya.
Saat bersantai di sofa, seseorang mungkin tidak terlalu memikirkan apakah dirinya harus segera tertidur. Kondisi yang santai tersebut membuat pikiran lebih mudah melepas tekanan.
Namun, ketika sudah berada di tempat tidur, pikiran justru mulai aktif. Berbagai hal yang sebelumnya terabaikan dapat bermunculan, mulai dari pekerjaan, rencana esok hari hingga persoalan yang belum selesai.
Kondisi tersebut dapat membuat tubuh terasa lelah sementara pikiran masih terus bekerja.
Seseorang yang gampang tertidur di sofa mungkin memiliki kecenderungan menikmati lingkungan yang tidak terlalu formal.
Suara televisi, percakapan ringan, cahaya dari ruangan, atau aktivitas kecil di sekitar justru bisa memberikan rasa nyaman. Mereka tidak selalu membutuhkan kondisi yang benar-benar sunyi untuk dapat rileks.
Hal ini dapat mencerminkan kemampuan beradaptasi dengan berbagai suasana. Kenyamanan tidak harus selalu hadir dalam kondisi yang sempurna.
Tempat tidur terkadang justru membuat seseorang lebih memperhatikan detail.
Posisi bantal kurang nyaman, suhu kamar terlalu panas, suara kendaraan dari luar, atau cahaya yang masuk sedikit saja bisa membuat mereka merasa terganggu.
Kecenderungan memperhatikan hal-hal kecil tersebut dapat dikaitkan dengan sifat perfeksionis. Mereka mungkin ingin kondisi tidur terasa benar-benar ideal sebelum dapat sepenuhnya rileks.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
