Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Agustus 2026 | 04.30 WIB

Suka Humor Gelap? Studi Ungkap Kaitannya dengan Sifat Kepribadian yang Lebih Problematik, Simak!

Ilustrasi seseorang tertawa menikmati humor gelap yang penuh sarkasme dan sinisme / Foto: (Psypost) - Image

Ilustrasi seseorang tertawa menikmati humor gelap yang penuh sarkasme dan sinisme / Foto: (Psypost)

JawaPos.com — Selera humor ternyata dapat memberikan gambaran tentang cara seseorang berhubungan dengan orang lain dan mengelola emosi. 

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Psychology of Aesthetics, Creativity, and the Arts menemukan bahwa orang yang lebih sering menggunakan humor gelap, terutama sarkasme dan sinisme, cenderung memiliki tingkat ciri kepribadian maladaptif yang lebih tinggi.

Humor sendiri bukan sekadar sarana membuat orang tertawa. Humor dapat membantu mengatur emosi, membangun kedekatan sosial, menyampaikan gagasan kompleks, hingga menjadi cara menghadapi situasi sulit. 

Namun, bentuk humor yang digunakan seseorang dapat memiliki fungsi berbeda. “Humor tidak sekadar positif atau negatif: cara kita menggunakan humor itu penting,” kata Alberto Dionigi, psikolog dan psikoterapis kognitif-perilaku yang menjadi penulis utama studi tersebut, dikutip dari PsyPost, Senin (24/8/2025).

Sarkasme dan Sinisme Paling Kuat Terkait Ciri Maladaptif

Dalam studi berjudul Humor and Personality Disorders: Associations Between Comic Styles and Maladaptive Personality Traits in a Normative Adult Sample, peneliti menganalisis 599 orang dewasa Italia dengan rata-rata usia 40 tahun. 

Peserta mengisi Comic Style Markers untuk mengukur delapan gaya humor, mulai dari humor ringan seperti menyenangkan, benevolen, nonsense, dan kecerdikan hingga humor yang lebih gelap seperti ironi, satire, sarkasme, dan sinisme.

Mereka juga mengisi Personality Belief Questionnaire-Short Form yang mengukur pola pikir disfungsional terkait 10 ciri kepribadian, termasuk menghindar, dependen, pasif-agresif, obsesif-kompulsif, antisosial, narsistik, histrionik, skizoid, paranoid, dan borderline.

Hasilnya menunjukkan sarkasme dan sinisme memiliki hubungan paling kuat dengan ciri pasif-agresif, antisosial, narsistik, histrionik, dan borderline. Model statistik bahkan mampu menjelaskan hingga 23 persen variasi penggunaan humor sinis.

Namun, temuan ini tidak berarti orang yang suka sarkasme memiliki gangguan kepribadian. Penelitian dilakukan terhadap masyarakat umum, bukan pasien yang telah didiagnosis, dan yang diukur adalah ciri kepribadian pada suatu spektrum.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore