Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Agustus 2026 | 15.14 WIB

Mendidik Anak Neurodivergen ADHD Tanpa Rasa Bersalah: Ini Standar Sukses yang Sebenarnya

Ilustrasi Attention Deficit Hyperactivity Disorder/ADHD (shutterstock) - Image

Ilustrasi Attention Deficit Hyperactivity Disorder/ADHD (shutterstock)

JawaPos.com - Membesarkan anak neurodivergen seperti ADHD sering kali memicu rasa bersalah dan kecemasan mendalam pada orang tua terkait kemandirian masa depan sang buah hati, padahal standar kesuksesan pengasuhan mereka tidak bisa diukur dari nilai akademis atau standar konvensional semata. 

Tolok ukur keberhasilan sejati justru terletak pada ketekunan orang tua untuk hadir mendampingi proses tumbuh kembang anak, membangun self-compassion, serta membantu mereka menerima keunikan diri tanpa perlu membandingkannya dengan orang lain.

Proses membesarkan anak neurodivergen merupakan perjalanan panjang yang dipenuhi dinamika naik-turun emosional. 

Mengganti kata "kegagalan" menjadi "upaya berkelanjutan" adalah kunci utama untuk membangun pola pikir tumbuh (growth mindset) pada orang tua, sekaligus membentuk rasa percaya diri yang kokoh pada diri anak.

Ukuran keberhasilan pengasuhan anak neurodivergen tidak terletak pada kesempurnaan hasil akhir, melainkan pada ketekunan orang tua dalam hadir dan mendampingi proses tumbuh kembang anak secara nyata.

Seperti dikutip dari Your Tango berikut adalah landasan penting dalam mendefinisikan ulang makna kesuksesan bagi orang tua yang membesarkan anak neurodivergen.

1. Mendefinisikan Ulang Kesuksesan Tanpa Standar Konvensional

Bagi keluarga yang hidup dengan kondisi neurodivergen, tolok ukur pengasuhan yang berhasil bukanlah piala, angka nilai sempurna, atau pencapaian prestasi atletik. Kesuksesan sejati justru terwujud saat anak belajar menerima keunikan otaknya, menemukan bakat pribadinya, dan memiliki harga diri yang positif.

Mencapai titik ini membutuhkan waktu, pengulangan yang konsisten, serta kesabaran ekstra dari kedua orang tua. Menuntut anak memenuhi standar umum yang tidak sesuai dengan kondisi otaknya hanya akan menciptakan ketegangan serta kekecewaan yang berlarut-larut dalam rumah tangga.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore