
seseorang yang berkembang di usia lanjut
JawaPos.com - Dalam dunia yang sering memuja kesuksesan dini, kita kerap mengagumi tokoh-tokoh seperti Mark Zuckerberg atau Taylor Swift yang mencapai puncak karier di usia muda.
Namun, psikologi perkembangan menunjukkan bahwa mereka yang justru “mekar” di usia lanjut sering kali mengembangkan seperangkat kekuatan batin yang berbeda—dan dalam banyak hal, lebih dalam.
Menurut teori perkembangan psikososial dari Erik Erikson, tahap akhir kehidupan bukanlah masa kemunduran, melainkan fase integritas dan kebijaksanaan.
Sementara itu, penelitian tentang “late bloomers” oleh penulis seperti Rich Karlgaard menegaskan bahwa banyak individu mencapai potensi tertinggi mereka setelah melalui proses panjang eksplorasi, kegagalan, dan refleksi.
Dilansir dari Geediting , terdapat sembilan kekuatan yang sering berkembang pada orang yang mencapai puncak di usia lanjut—kekuatan yang jarang dimiliki oleh mereka yang terlalu cepat berada di puncak.
1. Ketahanan Emosional yang Teruji Waktu
Orang yang berkembang di usia lanjut biasanya telah melewati lebih banyak kegagalan, penolakan, dan perubahan hidup. Dari sudut pandang psikologi, paparan terhadap kesulitan yang dikelola dengan baik membangun resilience yang autentik.
Berbeda dengan kesuksesan muda yang kadang datang sebelum identitas benar-benar matang, individu yang sukses di usia lanjut belajar mengelola rasa kecewa, kritik, dan ketidakpastian tanpa kehilangan arah diri.
2. Identitas Diri yang Lebih Stabil
Menurut teori perkembangan identitas, pembentukan jati diri membutuhkan waktu. Mereka yang mencapai keberhasilan lebih lambat sering kali telah melalui eksplorasi nilai, tujuan, dan makna hidup yang lebih mendalam.
Kesuksesan yang datang setelah proses panjang ini biasanya berdiri di atas fondasi identitas yang kuat—bukan sekadar pencapaian eksternal.
3. Kebijaksanaan Praktis (Practical Wisdom)
Psikologi membedakan antara kecerdasan kognitif dan kebijaksanaan. Kebijaksanaan lahir dari pengalaman hidup yang luas dan refleksi yang konsisten.
Individu yang berkembang di usia lanjut cenderung memiliki kemampuan melihat persoalan dari berbagai perspektif, memahami nuansa, dan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang.
4. Regulasi Emosi yang Lebih Baik
Penelitian dalam psikologi perkembangan menunjukkan bahwa kemampuan mengatur emosi sering meningkat seiring bertambahnya usia. Mereka menjadi lebih selektif terhadap konflik, lebih tenang dalam tekanan, dan tidak mudah reaktif.
Hal ini membuat kepemimpinan atau kontribusi mereka sering kali lebih stabil dan berjangka panjang.
5. Orientasi pada Makna, Bukan Sekadar Prestasi
Menurut aliran psikologi humanistik yang dipelopori oleh Abraham Maslow, kebutuhan aktualisasi diri muncul setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Banyak orang yang “mekar” di usia lanjut tidak lagi sekadar mengejar status, melainkan dampak dan makna.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Crystal Palace vs Middlesbrough di Carabao Cup: The Boro Siap Permalukan Tuan Rumah
Polisi Sebut Human Error Dibalik Kecelakaan Maut BYD M6 yang Tewaskan Sekeluarga di Kembangan Jakbar

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022