Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Agustus 2026 | 23.11 WIB

Berkembang Di Usia Lanjut Biasanya Mengembangkan 9 Kekuatan ini yang Hampir Tidak Pernah Dimiliki

seseorang yang berkembang di usia lanjut - Image

seseorang yang berkembang di usia lanjut

JawaPos.com - Dalam dunia yang sering memuja kesuksesan dini, kita kerap mengagumi tokoh-tokoh seperti Mark Zuckerberg atau Taylor Swift yang mencapai puncak karier di usia muda.

Namun, psikologi perkembangan menunjukkan bahwa mereka yang justru “mekar” di usia lanjut sering kali mengembangkan seperangkat kekuatan batin yang berbeda—dan dalam banyak hal, lebih dalam.

Menurut teori perkembangan psikososial dari Erik Erikson, tahap akhir kehidupan bukanlah masa kemunduran, melainkan fase integritas dan kebijaksanaan.

Sementara itu, penelitian tentang “late bloomers” oleh penulis seperti Rich Karlgaard menegaskan bahwa banyak individu mencapai potensi tertinggi mereka setelah melalui proses panjang eksplorasi, kegagalan, dan refleksi.

Dilansir dari Geediting , terdapat sembilan kekuatan yang sering berkembang pada orang yang mencapai puncak di usia lanjut—kekuatan yang jarang dimiliki oleh mereka yang terlalu cepat berada di puncak.

1. Ketahanan Emosional yang Teruji Waktu

Orang yang berkembang di usia lanjut biasanya telah melewati lebih banyak kegagalan, penolakan, dan perubahan hidup. Dari sudut pandang psikologi, paparan terhadap kesulitan yang dikelola dengan baik membangun resilience yang autentik.

Berbeda dengan kesuksesan muda yang kadang datang sebelum identitas benar-benar matang, individu yang sukses di usia lanjut belajar mengelola rasa kecewa, kritik, dan ketidakpastian tanpa kehilangan arah diri.

2. Identitas Diri yang Lebih Stabil

Menurut teori perkembangan identitas, pembentukan jati diri membutuhkan waktu. Mereka yang mencapai keberhasilan lebih lambat sering kali telah melalui eksplorasi nilai, tujuan, dan makna hidup yang lebih mendalam.

Kesuksesan yang datang setelah proses panjang ini biasanya berdiri di atas fondasi identitas yang kuat—bukan sekadar pencapaian eksternal.

3. Kebijaksanaan Praktis (Practical Wisdom)

Psikologi membedakan antara kecerdasan kognitif dan kebijaksanaan. Kebijaksanaan lahir dari pengalaman hidup yang luas dan refleksi yang konsisten.

Individu yang berkembang di usia lanjut cenderung memiliki kemampuan melihat persoalan dari berbagai perspektif, memahami nuansa, dan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang.

4. Regulasi Emosi yang Lebih Baik

Penelitian dalam psikologi perkembangan menunjukkan bahwa kemampuan mengatur emosi sering meningkat seiring bertambahnya usia. Mereka menjadi lebih selektif terhadap konflik, lebih tenang dalam tekanan, dan tidak mudah reaktif.

Hal ini membuat kepemimpinan atau kontribusi mereka sering kali lebih stabil dan berjangka panjang.

5. Orientasi pada Makna, Bukan Sekadar Prestasi

Menurut aliran psikologi humanistik yang dipelopori oleh Abraham Maslow, kebutuhan aktualisasi diri muncul setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Banyak orang yang “mekar” di usia lanjut tidak lagi sekadar mengejar status, melainkan dampak dan makna.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore