Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Agustus 2026 | 05.31 WIB

7 Alasan Mengapa Membicarakan Uang Dapat Mendukung Kesejahteraan Finansial, Apa Sajakah Itu?

seseorang yang berani membicarakan tentang uang./Magnific/The Yuri Arcurs Collection - Image

seseorang yang berani membicarakan tentang uang./Magnific/The Yuri Arcurs Collection

JawaPos.com - Uang adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Kita menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan, merencanakan masa depan, membantu keluarga, menikmati waktu luang, hingga mewujudkan berbagai tujuan hidup. Namun, menariknya, uang sering menjadi salah satu topik yang paling sulit dibicarakan secara terbuka.

Banyak orang merasa malu ketika membicarakan penghasilan. Sebagian takut dianggap terlalu materialistis ketika membahas kondisi keuangan. Ada pula yang menghindari percakapan tentang utang, tabungan, investasi, pengeluaran, atau kesulitan finansial karena khawatir akan dinilai oleh orang lain.

Padahal, diam mengenai uang tidak selalu membuat kondisi finansial menjadi lebih baik.

Dalam banyak situasi, kemampuan untuk membicarakan uang secara sehat justru dapat membantu seseorang memahami kondisi keuangannya, mengambil keputusan dengan lebih sadar, mengurangi kesalahan, dan membangun kebiasaan finansial yang lebih baik.

Membicarakan uang tentu bukan berarti harus menceritakan seluruh isi rekening kepada semua orang. Yang lebih penting adalah menciptakan ruang untuk berbicara secara jujur, rasional, dan konstruktif tentang hubungan kita dengan uang.

Dilansir dari Psychology Today pada Rabu (12/8), terdapat tujuh alasan mengapa membicarakan uang dapat mendukung kesejahteraan finansial.

1. Membicarakan Uang Membantu Kita Menyadari Kondisi Keuangan yang Sebenarnya

Salah satu masalah terbesar dalam pengelolaan keuangan adalah ketika seseorang tidak benar-benar mengetahui bagaimana kondisi finansialnya.

Ada orang yang merasa keuangannya baik-baik saja karena masih mampu membayar kebutuhan sehari-hari. Namun setelah diperiksa lebih jauh, ternyata sebagian besar pendapatannya habis untuk cicilan, langganan, makan di luar, belanja impulsif, atau pengeluaran kecil yang terus berulang.

Ketika uang tidak pernah dibicarakan, kita juga cenderung tidak pernah berhenti untuk mengevaluasinya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore