Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Agustus 2026 | 05.38 WIB

Jika Anda Ingin Membuat Kesan yang Baik pada Kencan Pertama, Pegang Teguh 8 Kunci Ini

seseorang yang membuat kesan baik pada kencan pertama / foto: Magnific/magnific

 

JawaPos.com - Kencan pertama sering kali terasa seperti sebuah ujian kecil.

Anda mungkin memikirkan banyak hal sebelum bertemu: harus memakai pakaian seperti apa, topik apa yang sebaiknya dibicarakan, bagaimana agar tidak terlihat gugup, sampai bagaimana membuat orang tersebut tertarik untuk bertemu lagi.

Namun, psikologi menunjukkan bahwa membuat kesan yang baik bukan semata-mata tentang menjadi lucu, menarik, pintar, atau memiliki penampilan sempurna.

Sering kali, kesan positif justru terbentuk dari hal-hal sederhana: bagaimana Anda mendengarkan, bagaimana Anda memperlakukan lawan bicara, seberapa nyaman Anda berada dalam percakapan, dan apakah orang tersebut merasa dihargai ketika bersama Anda.

Kencan pertama juga bukan tentang berusaha membuat seseorang terkesan dengan segala cara. Tujuan yang lebih sehat adalah menciptakan interaksi yang nyaman sambil melihat apakah Anda dan orang tersebut memang memiliki kecocokan.

Dilansir dari Psychology Today pada Sabtu (8/8), jika Anda ingin membuat kesan yang baik pada kencan pertama, berikut 8 kunci menurut psikologi yang layak Anda pegang teguh.

1. Jangan Terlalu Sibuk Berusaha Membuat Mereka Terkesan

Ini mungkin terdengar paradoks.

Jika Anda ingin membuat kesan yang baik, bukankah seharusnya Anda berusaha tampil sebaik mungkin?

Tentu saja. Namun, ada perbedaan antara menampilkan versi terbaik diri Anda dan terlalu keras berusaha mendapatkan persetujuan orang lain.

Ketika seseorang terlalu fokus untuk membuat lawan kencannya terkesan, percakapan dapat berubah menjadi semacam pertunjukan.

Anda mungkin mulai membicarakan pencapaian secara berlebihan, berusaha terlihat sangat percaya diri, atau mengatakan sesuatu hanya karena berpikir orang tersebut akan menyukainya.

Masalahnya, perilaku seperti itu justru dapat membuat interaksi terasa kurang alami.

Sebaliknya, cobalah mengubah pola pikir.

Jangan masuk ke kencan dengan pertanyaan:

"Bagaimana caranya agar dia menyukai saya?"

Cobalah menggantinya dengan:

"Mari saya kenali orang ini dan lihat apakah kami cocok."

Perubahan perspektif tersebut dapat membuat Anda lebih rileks.

Anda tidak lagi merasa harus memenangkan penilaian orang lain. Anda hanya sedang bertemu seseorang, berbicara, mendengarkan, dan melihat apakah ada koneksi.

Kesan yang baik sering muncul ketika seseorang merasa Anda nyaman menjadi diri sendiri.

Bukan berarti Anda harus membuka semua sisi pribadi pada pertemuan pertama. Tetaplah menjaga batasan dan bersikap sopan. Namun, jangan merasa perlu menciptakan karakter baru hanya agar terlihat menarik.

Kepercayaan diri bukan berarti membuat orang lain terkesan. Kepercayaan diri berarti tidak merasa harus membuktikan nilai diri Anda setiap saat.

2. Jadilah Pendengar yang Benar-Benar Hadir

Salah satu kesalahan paling umum dalam kencan pertama adalah terlalu sibuk memikirkan apa yang akan dikatakan selanjutnya.

Lawan bicara sedang bercerita, tetapi di dalam kepala Anda sudah muncul:

"Setelah ini saya harus cerita tentang pekerjaan saya."

Atau:

"Kalau dia bertanya tentang hobi, saya harus menjawab seperti ini."

Akibatnya, Anda secara fisik hadir di hadapan orang tersebut, tetapi secara mental tidak sepenuhnya berada dalam percakapan.

Padahal, kemampuan mendengarkan dapat membuat seseorang merasa dihargai.

Ketika seseorang berbicara, cobalah benar-benar memperhatikan.

Lihat ekspresinya. Dengarkan ceritanya. Ajukan pertanyaan lanjutan yang relevan.

Misalnya, jika dia berkata:

"Saya sebenarnya sudah lama ingin belajar memasak."

Jangan langsung mengubah topik menjadi pengalaman Anda sendiri.

Anda bisa bertanya:

"Serius? Masakan apa yang paling ingin kamu pelajari?"

Pertanyaan sederhana seperti itu menunjukkan bahwa Anda memperhatikan apa yang baru saja dikatakannya.

Dalam psikologi sosial, perhatian dan respons terhadap lawan bicara merupakan bagian penting dari terbentuknya hubungan interpersonal.

Orang biasanya lebih nyaman dengan seseorang yang membuat mereka merasa didengar daripada dengan seseorang yang terus-menerus berusaha terlihat mengesankan.

Jadi, jangan takut dengan jeda.

Anda tidak harus selalu memiliki respons sempurna.

Kadang-kadang, mendengarkan dengan sungguh-sungguh jauh lebih menarik daripada memiliki seribu cerita untuk diceritakan.

3. Gunakan Kontak Mata Secara Alami

Kontak mata merupakan salah satu bagian penting dari komunikasi nonverbal.

Ketika seseorang berbicara dengan Anda dan Anda sesekali melakukan kontak mata secara natural, hal itu dapat menunjukkan perhatian dan keterlibatan.

Namun, jangan salah memahami prinsip ini.

Membuat kontak mata bukan berarti menatap mata seseorang tanpa berkedip sepanjang percakapan.

Tatapan yang terlalu intens justru bisa membuat orang merasa tidak nyaman.

Kuncinya adalah alami.

Lihat mata lawan bicara ketika dia berbicara. Sesekali alihkan pandangan secara wajar. Ketika Anda berbicara, kembali lakukan kontak mata.

Selain mata, perhatikan pula bahasa tubuh.

Duduklah dengan posisi yang terbuka. Hindari terus-menerus melihat ponsel. Jangan menunjukkan bahwa Anda ingin segera pergi.

Bahasa tubuh mengatakan banyak hal bahkan ketika mulut Anda tidak mengatakan apa-apa.

Bayangkan dua situasi.

Pada situasi pertama, seseorang berbicara kepada Anda sementara Anda terus memeriksa notifikasi ponsel.

Pada situasi kedua, Anda menyimpan ponsel, menghadap kepadanya, mendengarkan, dan merespons dengan ekspresi yang sesuai.

Kalimat Anda mungkin sama.

Namun, pengalaman emosional yang dirasakan lawan bicara akan sangat berbeda.

Karena itu, jika ingin memberikan kesan positif, jangan hanya memikirkan apa yang Anda katakan.

Perhatikan juga bagaimana Anda hadir ketika mengatakannya.

4. Tunjukkan Ketertarikan, Tetapi Jangan Memaksa

Ada perbedaan besar antara menunjukkan ketertarikan dan memberikan tekanan.

Pada kencan pertama, wajar jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang seseorang.

Anda bisa bertanya tentang pekerjaan, hobi, makanan favorit, perjalanan, keluarga, film, musik, atau hal-hal yang sedang mereka sukai.

Namun, jangan mengubah percakapan menjadi sesi interogasi.

Pertanyaan demi pertanyaan tanpa memberikan ruang untuk berkembang dapat membuat percakapan terasa seperti wawancara kerja.

Cobalah membangun percakapan secara dua arah.

Misalnya:

"Kamu suka traveling? Tempat yang paling berkesan di mana?"

Setelah dia menjawab, Anda bisa membagikan pengalaman Anda sendiri.

"Aku juga suka traveling. Waktu terakhir ke sana, bagian yang paling aku suka justru..."

Dengan begitu, percakapan menjadi pertukaran pengalaman, bukan pemeriksaan.

Selain itu, hormati batasan.

Jika seseorang terlihat tidak nyaman membicarakan topik tertentu, jangan terus menggali.

Kesan yang baik tidak muncul karena Anda mengetahui sebanyak mungkin informasi tentang seseorang.

Kesan yang baik muncul ketika seseorang merasa aman untuk berbicara bersama Anda.

5. Jangan Takut Menunjukkan Humor

Humor dapat membuat suasana kencan menjadi jauh lebih santai.

Tertawa bersama dapat mengurangi ketegangan dan membuat interaksi terasa lebih menyenangkan.

Namun, humor juga memiliki batas.

Anda tidak harus menjadi seorang komedian.

Jangan merasa harus terus-menerus melontarkan lelucon agar kencan tidak membosankan.

Humor yang sederhana dan spontan sering kali sudah cukup.

Misalnya, jika Anda sama-sama salah memesan makanan, Anda bisa menertawakan situasinya.

Yang penting, hindari humor yang merendahkan lawan bicara.

Jangan menjadikan kekurangan fisik, pekerjaan, keluarga, atau pengalaman pribadi seseorang sebagai bahan lelucon pada pertemuan pertama.

Satu aturan sederhana dapat digunakan:

Buat suasana menjadi ringan, bukan membuat orang lain merasa kecil.

Humor yang sehat memungkinkan dua orang merasa nyaman menjadi diri sendiri.

Dan jika Anda menemukan bahwa selera humor Anda tidak cocok, itu juga bukan masalah.

Kencan pertama bukan hanya kesempatan untuk membuat orang lain menyukai Anda.

Ini juga kesempatan untuk mengetahui apakah cara Anda berkomunikasi memang cocok dengan mereka.

6. Berikan Pujian yang Spesifik dan Tulus

Pujian dapat menjadi cara sederhana untuk menunjukkan ketertarikan.

Namun, terlalu banyak pujian pada kencan pertama justru dapat terasa berlebihan atau tidak tulus.

Daripada terus berkata:

"Kamu cantik."

"Kamu keren."

"Kamu sempurna."

Cobalah memberikan pujian yang lebih spesifik dan relevan.

Misalnya:

"Aku suka cara kamu cerita. Kelihatannya kamu memang antusias dengan hal itu."

Atau:

"Aku suka pilihan tempat ini. Suasananya ternyata nyaman."

Pujian seperti ini terasa lebih personal karena berkaitan dengan sesuatu yang benar-benar Anda perhatikan.

Dan tentu saja, jangan memberikan pujian hanya sebagai strategi untuk mendapatkan respons tertentu.

Jika Anda memuji seseorang, lakukan karena Anda memang menghargai sesuatu dari dirinya.

Ketulusan biasanya lebih menarik daripada kalimat yang terdengar sempurna tetapi terasa dibuat-buat.

7. Jangan Terlalu Cepat Membicarakan Masa Depan

Kencan pertama sering membuat orang terlalu cepat mengambil kesimpulan.

Jika percakapannya menyenangkan, seseorang mungkin langsung berpikir:

"Ini orang yang tepat."

Sebaliknya, jika ada beberapa momen canggung, seseorang mungkin langsung menyimpulkan:

"Berarti kami tidak cocok."

Keduanya bisa terlalu terburu-buru.

Pertemuan pertama hanya memberi Anda sebagian kecil informasi tentang seseorang.

Orang bisa gugup.

Orang bisa lelah.

Restoran bisa terlalu ramai.

Percakapan bisa mengalami jeda.

Bahkan dua orang yang sebenarnya cocok bisa mengalami kencan pertama yang biasa saja.

Karena itu, hindari memberikan tekanan yang tidak perlu.

Anda tidak harus menentukan masa depan hubungan pada malam pertama.

Nikmati proses mengenal seseorang.

Jika Anda tertarik, Anda dapat menunjukkan ketertarikan secara sederhana.

Misalnya:

"Aku menikmati malam ini. Senang bisa ngobrol sama kamu."

Kalimat seperti itu sudah cukup.

Tidak perlu langsung membicarakan pernikahan, hubungan jangka panjang, atau membuat janji besar ketika Anda bahkan belum mengenal satu sama lain secara mendalam.

Biarkan hubungan berkembang berdasarkan pengalaman nyata, bukan berdasarkan fantasi yang dibangun terlalu cepat.

8. Akhiri Kencan dengan Sikap yang Menghargai

Banyak orang terlalu fokus pada bagaimana memulai kencan sampai lupa bahwa bagian akhirnya juga meninggalkan kesan.

Ketika kencan selesai, jangan menghilang begitu saja.

Jika Anda menikmati waktu bersama, katakan.

Misalnya:

"Aku senang bisa ketemu kamu malam ini. Obrolannya menyenangkan."

Sederhana, tetapi jelas.

Jika Anda ingin bertemu lagi, Anda juga bisa mengatakannya tanpa memberikan tekanan:

"Kalau kamu nyaman, aku ingin ngobrol lagi lain waktu."

Sebaliknya, jika Anda merasa tidak ada kecocokan, tetaplah menghargai orang tersebut.

Tidak semua kencan harus menghasilkan hubungan.

Tidak semua orang yang Anda temui harus menjadi pasangan.

Dan tidak semua penolakan berarti seseorang memiliki kekurangan.

Terkadang dua orang hanya tidak cocok.

Kedewasaan emosional terlihat dari kemampuan seseorang untuk menerima kenyataan tersebut tanpa merendahkan atau menyalahkan pihak lain.

Pada akhirnya, orang mungkin tidak mengingat setiap kata yang Anda ucapkan pada kencan pertama.

Namun, mereka kemungkinan akan mengingat bagaimana perasaan mereka ketika bersama Anda.

Kesimpulan: Kesan Baik Tidak Harus Dibuat-Buat

Kencan pertama tidak perlu menjadi pertunjukan.

Anda tidak harus menjadi orang paling lucu di ruangan.

Anda tidak harus memiliki cerita paling menarik.

Anda juga tidak perlu membuat lawan bicara terkesan dengan pencapaian Anda.

Jika ingin memberikan kesan yang baik, fokuslah pada hal-hal yang jauh lebih mendasar:

Hadir. Dengarkan. Hormati. Tertarik. Jadilah autentik.

Delapan kunci yang dapat Anda pegang adalah:

Jangan terlalu sibuk berusaha membuat mereka terkesan.
Jadilah pendengar yang benar-benar hadir.
Gunakan kontak mata secara alami.
Tunjukkan ketertarikan tanpa memaksa.
Gunakan humor untuk menciptakan kenyamanan.
Berikan pujian yang spesifik dan tulus.
Jangan terlalu cepat membicarakan masa depan.
Akhiri kencan dengan sikap yang menghargai.

Yang paling penting, ingat bahwa kencan bukanlah audisi untuk membuktikan bahwa Anda layak dicintai.

Kencan adalah kesempatan bagi dua orang untuk saling mengenal dan mencari tahu apakah mereka nyaman satu sama lain.

Jadi, daripada menghabiskan seluruh energi untuk bertanya, "Bagaimana supaya dia menyukai saya?", cobalah bertanya:

"Apakah kami bisa menjadi diri sendiri ketika bersama?"

Pertanyaan kedua jauh lebih penting.

Karena hubungan yang sehat tidak dibangun hanya dari kesan pertama yang sempurna.

Hubungan dibangun dari rasa nyaman, saling menghargai, komunikasi yang jujur, dan keinginan dua orang untuk terus mengenal satu sama lain.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore