
Anak yang tumbuh dalam keluarga broken home rentan mengalami masalah emosional, sosial, hingga akademik./Freepik.
JawaPos.com – Kondisi keluarga memiliki peran besar dalam membentuk perkembangan emosional dan kepribadian seseorang. Dalam sudut pandang psikologi, pengalaman tumbuh di lingkungan keluarga yang mengalami konflik berkepanjangan atau perpisahan orang tua dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, membangun hubungan, hingga menghadapi tantangan hidup.
Meski demikian, dampaknya tidak selalu sama pada setiap individu. Ada yang tumbuh dengan ketahanan mental tinggi, sementara yang lain mungkin menjadi lebih sensitif terhadap lingkungan sekitar. Pengalaman hidup, pola pengasuhan, dan dukungan sosial turut menentukan bagaimana seseorang berkembang.
Dilansir dari Geediting.com, terdapat tujuh karakter yang cukup sering ditemukan pada individu yang tumbuh dalam keluarga broken home berdasarkan kajian psikologi.
Baca Juga:Jika Seorang Anak Kerap Berbohong, Lakukan 7 Hal Ini untuk Merespons Mereka Menurut Psikologi
Orang yang sejak kecil menghadapi perubahan besar dalam keluarga umumnya belajar bertahan dalam situasi sulit. Perubahan seperti perpindahan tempat tinggal, penyesuaian pola hidup, hingga dinamika keluarga yang berubah membentuk kemampuan mereka untuk bangkit setelah mengalami tekanan.
Pengalaman tersebut membuat mereka lebih siap menghadapi tantangan dan tidak mudah menyerah ketika menemui hambatan dalam kehidupan.
Kondisi keluarga yang tidak utuh sering membuat anak belajar mengurus berbagai kebutuhan sendiri sejak usia dini. Mereka terbiasa mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan tidak selalu bergantung pada orang lain.
Kemandirian ini menjadi bekal penting ketika memasuki dunia pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sosial saat dewasa.
Menghadapi berbagai dinamika emosi dalam keluarga membuat sebagian orang lebih mudah memahami perasaan orang lain. Mereka cenderung peka terhadap kondisi emosional di sekitarnya dan mampu memberikan dukungan kepada orang yang membutuhkan.
Kemampuan memahami perspektif orang lain juga membantu mereka membangun hubungan yang lebih hangat dan penuh pengertian.
Perubahan besar yang dialami sejak kecil melatih kemampuan mereka untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Mulai dari berganti sekolah, berpindah tempat tinggal, hingga menghadapi perubahan struktur keluarga menjadi pengalaman yang membentuk fleksibilitas.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
